Benarkah Anda Pembela Ulama?…

oleh -
oleh

SantriNow | Aksi itu bertajuk ‘Bela Ulama Jilid 2. Waktu itu anda berkoar-koar agar si dia ditangkap dan dipenjarakan. Namun di saat yang lain anda membenci bahkan menghujat ulama yang tidak sependapat dengan anda. Apakah benar anda pembela ulama, atau jangan-jangan anda pembela kepentingan suatu kelompok yang belum tentu benar secara hukum agama maupun negara.

Asal anda tahu, dalam proses peradilan atas kasus penistaan agama, sekian saksi yang dihadirkan bersaksi bahwa kasus itu tidak murni penistaan agama bahkan ada yang bilang itu bukan penistaan. Jika begitu kenyataannya, salahkah ulama yang tidak sependapat dengan anda mengutarakan pendapatnya. Mengapa Anda menghujat mereka yang tidak sependapat dengan anda dengan tuduhan yang tidak pantas.

Pembelaan anda terhadap ulama kini mulai diragukan oleh banyak kalangan. Benar apa yang pernah diucapkan Ibnu Rusy ‘Jika ingin menguasai orang bodoh kemaslah kebatilan dengan kemasan agama’. Ulama yang tidak sependapat dengan anda juga punya dasar yang kuat. Karena tidak mungkin ulama sekaliber Mbah Moun mau berpendapat sesukanya. Lagian apa untungnya membela seseorang, apalagi yang tidak seagama kalau bukan karena melihat kejadian yang sesungguhnya.

Namun begitu, meski masih belum tentu bersalah, terdakwah dan krunya jangan sesumbar sampai-sampai ulama sekelas KH. Ma’ruf Amin diperlakukan seenaknya. Beliau adalah panutan banyak umat di negeri ini. Jadi wajar jika banyak orang tidak terima terutama kalangan Nahdiyyin atas perlakuan mereka kepada KH. Ma’ruf saat menjadi saksi di persidangan. Hormati saja proses hukum, toh kalau terdakwah memang tidak bersalah tidak akan rugi sedikitpun.

Juga, terdakwah kalau tidak kompeten di bidang Quran jangan ceramah memakai ayat. Atau jangan-jangan terdakwah memang sengaja melempar surat al Maidah ayat 51 itu supaya umat islam marah. Kalau memang itu benar maka tamatlah riwayat anda sebagai gubernuh jakarta yang akan datang. Makanya jangan memancing isu SARA, apalagi hanya urusan pilgub.

Semoga saja bangsa Indonesia ke depan banyak mengambil kejadian demi kejadian yang sungguh luar biasa itu.