Contoh Cerpen Singkat Bermakna ala Santri Milenial

oleh -
Contoh-cerpen-singkat-bermakna ala-santri-milenial
Gambar: ilustrasi ngaji Quran sorogan
Nasehat Pak Ustadz kepada Santri Kesayangannya

Ke esokan harinya, tepatnya usai Ustadz Martono ngajar ngaji Quran pagi, dia masuk ke kantor diniyah.

“Wardah.. tolong panggilkan Sendi dan Atiqah ya… suruh ke kantor diniyah sekarang!”, perintah Pak Ustadz kepada salah satu santri yang kebetulan lewat di depan kantor diniyah.

“Ia ustadz, Wardah manggil dulu”, jawab Wardah dengan lemah lembut.

Tak lama kemudian dua anak yang dipanggil itu yaitu Sendi dan Atiqah pun datang menghadap ustadznya.

“Masuk nak”, kata Pak Ustadz Martono

Keduanya duduk kira-kira dua meter dari ustadznya. Mereka berdua menundukkan kepalanya sambil saling senggol dengan satu sama lain.

“Gimana kabarnya nak… sehat?”, tanya Ustadz Martono kepada keduanya..

“Alhamdulillah sehat ustadz”, kata Sendi menjawab pertanyaan.

“Kamu kok sering gak masuk pas pelajaran saya kemana?”, tanya Ustadz Martono

Mereka berdua pun diam tidak menjawab. Keudanya hanya bisa pasrah tak bergeming sedikitpun. Mungkin mereka mengakui kalau selama ini dirinya sering tidak masuk denga beragam alasan.

“Begini nak, orang mondok di pesantren itu harus belajar rajin, karena walaupun kamu lama di pondok tapi tak belajar, ya hanya tinggal lamanya saja, ilmunya nol puthul.”

“Sadari itu sekarang juga jangan nunggu besok saat waktu kamu sudah tinggal sehari di pondok baru sadar, itu sudah telat namanya. Jangan sampai besok sesudah kamu di rumah menyesal karena ulah kamu yang sekarang ini.”

“Sebenarnya kamu itu anaknya baik, cerdas dan tidak sombong tapi kamu hanya malas saja untuk belajar. Tolong kamu ingat nasehat saya ini”, tutur Ustadz Martono kepada Sendi dan Atiqah. Tamat (*)

Itulah salah satu contoh cerpen singkat bermakna ala Santri Milenial.

No More Posts Available.

No more pages to load.