Contoh Cerpen Singkat Bermakna ala Santri Milenial

oleh -
Contoh-cerpen-singkat-bermakna ala-santri-milenial
Gambar: ilustrasi ngaji Quran sorogan
Pertemuan berikutnya pun tiba

Tiba kembali pelajaran yang sama di kelas 6 pada malam Rabu, pak ustadz pun masuk ke kelas seperti biasanya.

“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh!”, pak ustadz membuka salam dengan wajah sumringah.

“Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh”, jawab para murid dengan semangat.

Pak Ustadz: “Man Jadda….!”

Para Murid: “Wajada…”.

Pak Ustadz: “Man Yazra’…!

Para Murid: “Yahsud”.

Pak Ustadz: “Man shabara!….”.

Para Murid: “Dzafirah…”.

Memang setiap kali Pak Ustdz Martono ini masuk keas selalu mengawali dengan kata-kata itu. Harapannya agar menjadi motivasi kepada para santri yang mengikuti pelajarannya.

“Alhamdulillah kita dapat berjumpa lagi, masih dalam gelombang yang sama seperti minggu lalu”, pak ustadz berceloteh sambil sedikit tersenyum.

“Ealah ustdz sok puitis deh”, kata salah seorang murid menanggapi celotehan itu.

“Tadz.. izin bentar mau ke kamar mandi”, kata Sendi sambil senyum-senyum yang diikuti Atiqah dari bekang.

“Ia silahkan jangan lama-lama”, Ustadz Martono memberi izin kepada kedua muridnya itu.

Dua santri itu pun berlalu dari pandangan ustadznya. Sang ustadz kembali fokus kepada murid yang lain sambil mengingatkan tugas pondok (PR) pada pertemuan sebelumnya.

“Silahkan kumpulkan tugasnya”, Ustadz Martono meminta agar murid-muridnya mengumpulkan buku tugasnya ke depan.

Para santri pun dengan kompaknya mengumpulkan tugas itu ke depan. Setelah terkumpul semua, sang ustadz membagikan lagi buku-buku itu kepada para murid dengan acak untuk dikoreksi bersama-sama.

Sebagaimana sebelumnya sesudah mengoreksi tugas, Ustadz Martono meneruskan pelajaran Sharrofnya dengan semangat sambil lalu menyelai dengan humor supaya murid tidak jenuh.

Ternyata hinggi jam pelajaran Sharrof berakhir, kedua anak tadi yang izin ke kamar kecil belum juga datang.

“Mana dua anak tadi itu kok belum datang juga ya?”, kata Pak Ustadz Martono..

“Paling sudah ke kamar tadz, bolos”, jawab salah satu murid yang duduknya paling depan.

“Walah, baiklah kalau begitu saya akhiri, semoga pelajaran kali ini dapat kalian pahami dengan benar, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh”, tutup ustadz Martono…

“Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh”, para santri mejawab dengan serempak.

Untuk kali ini Ustadz Martono tidak memberikan tugas apa pun.

No More Posts Available.

No more pages to load.