9 Jurus Menjadi Santri Hebat Menurut KH Hasyim Asy’ari Tebu Ireng

oleh -
9 Jurus Menjadi Santri Hebat Menurut KH Hasyim Asy’ari Tebu Ireng
7. Jangan doyan tidur atau bermalas-malasan.

Ingat di pesantren itu bukan tempat orang bermalas-malasan melainkan tempat orang yang berlatih menjadi pribadi yang gigih, penuh semangat, berlatih disiplin dan tentunya tidak doyan tidur.

Karena logikanya, buat apa mondok kalau hanya ingin numpang tidur saja, mending di rumah bisa bantu orang tua bekerja dan memasak di dapur.

Lagian ya.. kalau di pondok hanya bermalas-malasan, doyan tidur, doyan makan habis itu buang kotoran balik lagi ke kamar, tidur lagi, kan dosa juga kepada pondok dan orang tua.

Supaya kamu menjadi santri hebat yang membanggakan, latihlah mulai sekarang agar tidak malas, tidak doyan tidur menjadi sosok yang ulet, disiplin dan bermental kokoh. Caranya kembali lagi ke poin satu yaitu sucikan hati dan perbaiki niat serta tujuan.

Memang tidak mudah mengubah kebiasaan buruk itu, tapi mau nunggu sampai kapan? Nunggu sehari sebelum pulang ke kampung halaman? Ya udah terlambat kawan.. he he he… semangat dan selamat berjuang ya… berperang melawan dirimu sendiri…

8. Pentingnya Makanan yang Halal dan Bergizi

Tentu makanan dan minuman yang halal dan begizi yang sesuai porsi akan sangat membantu proses pencernaan yang kemudian menghasilkan energi atau kekuatan pada pada otot syaraf kita.

Pilihlah makanan yang sudah pasti halal supaya kamu sebagai santri mendapat keberkahan dari makanan itu yaitu kecerdasan yang positif.

Bisa jadi seseorang yang pola pikirnya selalu negatif sebab makanannya yang tidak halal sehingga menjadi racun untuk ruhaninya.

Tidak cukup hanya halal saja tapi juga bergizi cukup. Artinya kalau makanan itu sudah basi jangan dimakan karena bukan mengandung gizi malah makanan itu sudah beracun yang berakibat tidak bagus untuk fisik.

9. Bersehabatlah dengan teman yang tepat.

Pesantren yang terdiri dari ratusan santri bahkan ribuan dengan latar belakang yang berbeda tentu memiliki watak yang berbeda-beda pula.

Maka bersahabatlah dengan teman santri yang dapat menjadikan kamu lebih baik. Sahabat yang rajin belajar akan menjadikan kamu rajin belajar dan sebaliknya.

Sahabat yang malas dan suka tidur akan menjadikanmu malas belajar dan doyan tidur. Kalau misal di kelas kamu bersahabat dengan teman yang doyan tidur, kamu juga akan melakukan yang sama.

Karena pada dasarnya kebiasaan manusia baik maupun buruk itu pasti menular. Dan ironisnya prilaku negatif itu lebih cepat menularnya. (*)

Ide dasar dari tulisan ini dikutip dari kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, karya Hadratus Syeikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

No More Posts Available.

No more pages to load.