Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren IV

oleh -
cerita-cinta-sedih-anak-pesantren-IV
Aza Tak Menyangka Hal Itu Bakalan Terjadi

“Itu, umi dapat kabar, kalau keluarga kamu salah satunya kritis di R.S. London…..”, mendengar itu, rasa dunia Aza runtuh seketika, hatinya teriris mendengar keluarga tercintanya kritis.

“Si-siapa umi?”, tanya Aza yang suaranya terdengar bergemetar.

“Ayah kamu nak… yang kuat ya…”, ucap umi Syifa memberi semangat pada perempuan di sampingnya yang kini menangis.

“Jadi, pemberangkatan ke Indonesia dibatalkan sampai Ayahmu sembuh…”, umi Syifa menarik Aza ke dalam pelukannya sembari mengusap-usap punggungnya.

“Kamu tinggal di sini saja ya sayang, umi gak keberatan kok…”

“Umi… hiks, terus… kapan aku ketemu mereka?”, tanya Aza ditengah isakan tangisnya.

“Doakan yang terbaik….”, tutur umi Syifa lembut.

“Umi….”, panggil Aza sembari mengurai pelukan perempuan paruh baya itu.

“Iya, apa?”

“Aza takut, nanti ayah marah kalau aku pindah agama tanpa izinnya…”

“Jangan takut sayang selagi kamu ada Allah”

“Iya sih umi..”

“Kalau iman kamu kuat, kamu jangan takut sama apa pun, hanya Allah yang perlu kamu takuti…”, Azza mengangguk pasrah setelah mendengar penuturan dari umi Syifa. Ia berharap bisa berkumpul dengan keluarganya lengkap seperti dulu.

Bola mata indah itu terus menatap sedu ke arah langit malam yang bergemilang bintang. Perempuan berbusana muslim itu yang tampak anggun membuat sosok lelaki yang melihatnya penasaran.

Ahkam Bahagia Karena Neysa Sudah Memeluk Islam, Mungkinkah?

Langkah kaki lelaki itu pun mendekati perempuan yang berdiam di balkon itu.

“Assalamualaikum…”, ucap Ahkam membuat perempuan itu terjingkat.

“Eh, Waalaikum salam”, balasnya sembari membalikkan badannya.

“Ne..ysa?”, tanya Ahkam memastikan. Lelaki itu menatap perempuan di depannya dari atas sampai bawah.

“Bukan Neysa lagi, aku Azalia…”, balasnya sembari menundukkan kepalanya – entah kenapa ia malu.

“Ka-mu masuk islam??”

“I-iya…”, mendengar itu, Ahkam menganga tak percaya, perempuan yang dulunya bar-bar kini sangat anggun di matanya.

“Alhamdulillah…”, ucap Ahkam bahagia. Namun Aza memilih diam, entah kenapa ia tak bisa menetralkan degup jantungnya.

“Emm…Aza, kamu, belum ketemu sama keluarga?”

“Belum… Ayah kritis”

“Innalillahi….doain yang terbaik aja ya Za”

“Iya….”, setelahnya, keduanya diam merasakan kecanggungan yang terasa. Tak lama, Ahkam memutuskan untuk memecahkan keheningan yang ada.

“Aza…”, panggil Ahkam dengan senyum manisnya.

“Iya?”.

“Kamu terlihat cantik kalau aurat kamu tertutup seperti ini”.

Penulis:

By @Hama (Sevilla Dian Mumtaz)
IG @dian_xx07
FB @Sevilla Mumtaz Santri

No More Posts Available.

No more pages to load.