Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren IV

oleh -
cerita-cinta-sedih-anak-pesantren-IV
Neng Kecil Pun Berharap Neysa Masuk Islam

“Mbak Neysa!”, panggilan neng kecil Rahma membuat Neysa terkejut dan cekat membereskan sampah sayuran. Ia segera menghampiri putri kecil neng Sanah yang sepertinya ada di halaman.

“Bu Izza, Neysa pergi dulu ya”, pamitnya sebelum menjauh dari pandangan bibi Izza. Wanita paruh baya itu hanya tersenyum melihat punggung Neysa yang sudah menghilang dari penglihatannya.

“Ya Allah… semoga Neysa Engkau beri hidayah”, batin bibi Izza dan melanjutkan kembali aktivitasnya yang sempat tertunda.

“Sini mbak Neyca!”, ajak Rahma yang berada di tengah rerumputan hijau segar. Neysa menghela nafasnya lega karena Rahma tidak apa-apa. Perempuan berambut sepunggung itu segera menghampiri anak kecil yang berada agak jauh darinya.

“Neng Rahma… kok main di sini, nanti baju kuningnya kotor loh…”, tegur Neysa sembari merapikan rambut lurus anak kecil di depannya.

Namun Rahma memilih sibuk dengan mainan di depannya, ia tak menghiraukan ucapan Neysa.

“Mbak Neyca… aku ajarin baca ini dong”, ucap Rahma sembari menyodorkan buku tartil ke arah Neysa. Melihat itu, Neysa hanya bisa meneguk ludahnya sulit, ia bingung harus bagaimana, agamamnya saja bukan Islam malah disuruh membaca buku tartil.

“E… Gimana ya? Oh, gini aja kamu minta ajarin umi Syifa aja ya neng…”, ujar Neysa sembari tersenyum kikuk.

“Gak mau! Rahma pengen mbak Neyca yang ngajarin!”, rengek Rahma membuat Neysa kelagapan, hendak Neysa berbicara, namun tiba-tiba suara bariton mendahuluinya.

“Hmm…neng, mbak Neyca itu beda agama sama kita, jadi neng belajar ke umi Syifa, ya”, jelas Ahkam membuat Neysa membisu.

“Berarti mbak Neyca gak bisa baca ya?”

“Bukan gitu, mbak Neyca itu pasti bisa baca kitab sucinya sendiri…. jadi kalau mbak Neyca masuk Islam, dia pasti fasih baca quran”. “Yaudah mbak Neyca masuk islam saja!”, seru Rahma membuat Ahkam terdiam. Begitu pun Neysa yang terus menutup mulutnya. Lidah perempuan itu kelu sesaat mendengar perkataan gadis kecil di depannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.