Cerpen Pengorbanan Soerang Kakak Terhadap Adinknya III

oleh -
pengorbanan seorang kakak terhadap adiknya
Karena tindakannya Rafi murka

“Assalamualaikum Syaqilla”, ucap Dodi lembut

“Waalaikum salam ustadz, silahkan masuk”

“Tidak usah…”

“Ustadz ada apa ya ke sini?”

“Ini ada rezeqi, pasti kamu laparkan, soalnya baru pulang sekolah?”, ujar Dodi sembari menyodorkan rantang merah yang bertingkat.

“Ya Allah… ustadz, jadi ngerepotin… makasih ya ustadz”, Syaqilla pun dengan senang hati menerima pemberian dari lelaki di depannya.

“Ia gak apa kok… sehat selalu ya!”

“Ya ustadz..”

“Yaudah saya pamit, assalamualaikum”

“Waalaikum salam”, Syaqilla pun menutup kembali pintunya dan meletakkan rantang di meja makan. Pikirannya teringat akan pesan dari nomer misterius itu.

Perempuan itu pun memilih duduk untuk bisa berpikir jernih. Apakah ia harus membuang makanan itu? kan nanti jadinya mubazir.

Kini Syaqilla hanya bisa menghela nafasnya. Ia benar-benar bingung. Lamunannya terbuyarkan begitu saja saat mendengar suara langkah kaki yang mulai mendekatinya.

Perempuan itu cekat berdiri saat mendapati Rafi berdiri di depannya dengan tatapan sinisnya.

“Dari siapa?”, tanya lelaki itu dingin.

“Itu, dari ustadz Dodi.. yah…”, balas Syaqilla lirih. Ia yakin saat ini sang ayah pasti marah.

“Berani sekali kamu menerima tamu pendosa seperti dia? Hah?”, seru Rafi membuat Syaqilla tertunduk.

“Maafin Syaqilla yah…”. Tanpa menggubris jawaban sang anak, Rafi langsung melempar kasar rantang tersebut sampai berceceran di mana-mana.

“Astaghfirullah ayah ini – “

“Jangan membantah!”, sahut Rafi membuat Syaqilla terdiam.

“Kamu jangan pernah menerima apa pun dari tetangga!”, tegasnya, lalu berlalu meninggalkan Syaqilla.

Pikiran perempuan itu berkelana setelah mendengar ucapan sang ayah yang hampir mirip dengan pesan seseorang tidak dikenalnya.

Apakah sang ayah yang menyamar menjadi nomer tidak dikenalnya? Ah, itu tidak mungkin. Akhirnya Syaqilla memilih membersihkan ceceran makanan di lantai.

Dan setelah itu ia kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas sekolahnya. (*)

By @Hama (Sevilla Dian Mumtaz)
IG @dian_xx07
FB @Sevilla Mumtaz Santri

Darul Quran Banu Hasyim, Sidoarjo

No More Posts Available.

No more pages to load.