Cerpen Pengorbanan Soerang Kakak Terhadap Adinknya III

oleh -
pengorbanan seorang kakak terhadap adiknya
Lagi-lagi pesan misterius masuk di ponsel Syaqilla

“Assalamualaikum”, ucap sosok perempuan yang baru saja pulang dari kegiatannya. Matanya melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 12.50 WIB.

Syaqilla melepas segala atribut sekolahnya – dan menatanya dengan rapi. Seusai itu, Ia mencari sosok superheronya yang tak tampak di sudut ruangan.

Kakinya melangkah menuju kamar sang ayah, lalu membukanya perlahan. Akhirnya ia bisa bernafas lega saat melihat sosok lelaki paruh baya yang tertidur pulas di ranjang big SIZE.

Ia kembali menutup pintunya dan kembali ke kamarnya untuk mengambil ponsel yang berdering karena notifikasi pesan.

Ia melihat nama yang tertera di ponselnya – lagi-lagi nomor tidak dikenal, seperti nomor yang kemarin mengirim pesan padanya.

12.58 jangan pernah menerima barang atau makanan dari tetangga!

12.59 tapi, kenapa??

13.00 turuti saja atau kau akan menyesal. Jika kau ikut dan melaksanakan aturan dalam permainan, kau akan selamat.

13.00 siapa sih kamu?

Lagi-lagi pesan terakhirnya tidak dibalas. Hal itu membuat perasaan Syaqilla bertambah cemas. Ia tidak tau mana yang benar dalam permainan kehidupannya saat ini.

Ia bahkan harus berdiri tegak tanpa adanya topangan dari orang tuanya sendiri. Menyedihkan bukan? Tapi bagi Syaqilla hal itu menjadi tantangan untuk dirinya yang penakut.

Ting tong!!

Suara bel rumah berbunyi membuat Syaqilla terjingkat dari lamunannya.

“Assalamualaikum…”, gumamnya lalu beranjak menghampiri sang tamu. Tangan lentiknya memutar handle dan munculah sosok lelaki paruh baya – musuh dari sang ayah.

Baca juga: Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya

No More Posts Available.

No more pages to load.