Cerpen Pengorbanan Soerang Kakak Terhadap Adinknya III

oleh -
pengorbanan seorang kakak terhadap adiknya

Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya III, ini mengisahkan tentang Syaqilla dan seorang siswa baru di sekolahnya bernama Harris. Dalam Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya III, Harris memiliki paras ganteng.

Baik, supaya pembaca yang budiman tidak penasaran dengan Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya III, silahkan langsung baca sambil rebahan v-v

Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya III

“Aqilla!”, teriak salah satu murid, membuat Syaqilla menghentikan langkahnya di koridor.

“Aduh… capek!, bentar – kamu sih jalan terus, aku manggil kamu dari tadi gak dijawab! Capek tau!”, celoteh Zeira sambil berusaha mengatur nafasnya.

“Hehe.. maaf, kan aku gak tau kalo kamu manggil aku tadi..”, ucap Syaqilla sembari cengengesan melihat sahabatnya itu ngos-ngosan.

“Cih – dasar badut! ngeselin!”, ejek Zeira geram dengan kelakuan sahabatnya itu.

“Hmm.. ia tupai..”, ejek Syaqilla balik.

“Eh, aku ada info ter-ter ter….t’s woow, pokoknya Qill! Mau tau enggak?”, ucap Zeira heboh sembari menaik turunkan alisnya.

“Emangnya apa?”, tanya Syaqilla tampak tak minat membahas hal non faedah dari Zeira. Keduanya pun kembali melangkah menuju kelas XI.

“Nih, asal kamu tau ya..”, Zeira menoleh kekanan kiri seperti memastikan tidak ada orang yang mencurigakan.

“Ada cowok ganteng masuk di kelas kita kali ini!”, sorak Zeira girang. Sementara Syaqilla yang sedari tadi tampak serius kini hanya mencebik sebal dengan ucapan sahabatnya.

“Heleh! Cowok melulu pikirannya!”

“Tapi Qill…cowok itu pendiem banget bahkan lebih dingin dari air es”, ujar Zeira yang hanya dibalas dehaman kecil oleh Syaqilla.

Bel pelajaran dimulai, tak lama sosok laki-laki paruh baya dengan seragam guru memasuki kelas XI – membuat semua murid-murid terdiam di tempatnya.

Namun bapak kepala sekolah itu tak sendirian, Ia bersama sosok murid laki-laki yang tampan lebih muda darinya.

“Assalamualaikum…”, ucap pak Ali yang dibalas serempak oleh para murid.

“Perkenalkan, ini murid baru yang akan menjadi teman kalian di kelas ini, silahkan perkenalkan dirimu”, ujar pak Ali yang dibalas anggukan oleh lelaki tampan itu.

“Nama gue Harris, moga kita bisa berteman dengan baik”, semua bertepuk tangan saat Harris menyudahi perkenalannya.

Baca juga: Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya II

Semua Siswi di Kelas XI terpesona dengan Harris

Semua perempuan di kelas XI tampak terpesona dengan ketampanan Harris, namun lelaki itu terus menatap dingin ke satu titik yaitu seorang perempuan cantik yang sedari tadi hanya menatap ke arah luar jendela – seperti tak berminat menatapnya meskipun sekilas.

Setelah dipersilahkan duduk oleh pak Ali, Harris memilih bangku kosong di belakang Syaqilla, hal itu sontak membuat para siswi terkagum-kagum.

“Harris…”, panggil Zeira membuat Syaqilla terkejut dengan kelakuan sahabatnya. Sementara yang dipanggil malah terfokus dengan orang yang duduk di samping Zeira.

“Hmm?”,  balas Harris hanya dengan dehaman.

“Aku  boleh minta nomer ka – “.

“Sorry, gue lagi males nyimpen nomer cewek”, sahut lelaki itu cepat membuat Zeira menahan malu. Syaqilla yang merasa kesal dengan sikap Harris cekat menoleh ke belakang  – menatap mata lelaki itu tajam.

“Maaf, lain kali bisa gak jaga bicaramu?”, ketus Syaqilla yang dibalas Harris dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“Maksud lo?”

“Udahlah Qill, gak usah diperpanjang, aku gak papa kok”, ucap Zeira menengahi, membuat Syaqilla menghela nafasnya pasrah.

Perempuan itu kembali membenarkan posisi duduknya tanpa menggubris tatapan dingin Harris.

No More Posts Available.

No more pages to load.