Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya

oleh -
Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya
Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya, ini merupakan cerita bersambung atau cerbung.
Kisah dalam tulisan yang berjudul Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya, ini lumayan panjang, jadi mohon baca secara perlahan dan cari waktu senggang sehingga bisa menikmatinya.
Dalam Cerpen Pengorbanan Seorang Kakak Terhadap Adiknya, penulis menyuguhkan alur cerita yang bikin pembaca mungkin akan merasa sedih… hem, maka siap-siap tisu aja. He he….
Ok, langsung saja ke ceritanya…. selamat membaca. ^-^

……………………………………………………………..

Santri Milenial | Semilir angin terus berhembus menerpa benda-benda di sekitarnya. Namun hal itu tidak mengganggu sosok wanita yang suasana hatinya tengah resah.

Langkah kecil wanita berhijab nevy itu terhenti saat melihat hewan berbulu putih lebat tamapak kehausan.

Syaqilla pun menghampiri hewan di depannya sembeari mengambil air botol dari toth bag-nya. Ia berjongkok sembari mengusap bulu kucing itu dengan penuh kasih sayang.

Dengan cekat Syaqilla mengambil sebuah wadah yang sedari tadi ada di samping kucing itu dan menuangkan air ke dalamnya.

Kucing itu langsung menyeruput minuman yang diberikan Syaqilla dengan rakus. Melihat itu, Syaqilla hanya tersenyum tipis dan lagi-lagi tangan lembut Syaqilla mengelus bulu-bulu lebat kucing di depannya.

“Kamu namanya siapa?”, tanya Syaqilla yang masih mengusap kepala si kucing. Syaqilla meneliti setiap inci kucing di depannya yang menurutnya menggemaskan.

Ternyata kucing tersebut memiliki kalung dengan tertera nama “Neo”. Syaqilla yakin bahwa kucing di depannya tersesat dan terlepas dari pemiliknya.

“Neo… nama kamu unik….”, ujar Syaqilla sembari tersenyum sampai menampakkan lesung pipinya. Sementara Neo sedari tadi hanya menanggapi dengan suara meongan dan sekali-kali menjilati tangan Syaqilla.

Wanita itu tampak menikmati bermain dengan Neo. Sampai-sampai tak sadar ada yang memperhatikannya sedari tadi.

“Hey? Neo, yaampun, akhirnya kamu ketemu”, teriak gadis kecil yang saat ini berpelukan dengan Neo. Syaqilla yang melihat itu hanya terdiam.

Wanita cantik itu tau bahwa gadis kecil itulah pemilik kucing indah di depannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.