Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III

oleh -
Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III
Lo gak Pernah Peka dengan Perasaan Gue Kam

“Hey… hey?”, tegur Ahkam sembari berjongkok dan mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Neysa. Namun perempuan itu masih belum tersadar dari lamunannya.

“Hey, sttt! Jangan ngelamun Ney?”, ucap Ahkam membuat Neysa mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali.

“Eh, Ahkam… sejak kapan lo di sini?”, tanya Neysa sembari tersenyum manis. Ahkam yang terjebak dengan pesona manis Neysa langsung sedikit memundurkan dirinya dan duduk bersila.

“Kamu ngelamunin apa sampe mata kamu basah”, tanya Ahkam membuat senyum Neysa memudar. Perempuan itu pun menundukkan wajahnya.

“Ngelamunin… perasaan”, balas Neysa polos.

“Ck-ck… kamu ini Ney, ngapain dilamunin, na”.

“Rasanya sakit Kam…”, sahut Neysa lirih, namun matanya yang indah kini menatap dalam mata Ahkam.

“Ma-maksudnya?”.

“Hmm…”, Neysa menghela nafasnya sebentar sembari mengalihkan pandangannya ke sisi lain.

“Lo gak pernah peka sama perasaan gue kam… lo tau gak semua rasa di hati gue saat ini? Sakit kam, banget sakitnya… apalagi lo gak pernah balas rasa suka gue ke lo…!”, ucapan lembut Neysa terasa menusuk di dada Ahkam saat ini.

Seolah hatinya ikut merasakan apa yang dirasakan perempuan di depannya. Sementara Neysa yang sudah berkaca-kaca, kini hanya bisa menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang jatuh.

Tangannya terus meremas rok panjang yang dipakainya untuk menahan tangisnya yang mulai deras. Melihat itu, Ahkam hanya bisa termenung, kini ia terjebak dan tak tahu harus melakukan apa.

No More Posts Available.

No more pages to load.