Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III

oleh -
Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III
Lantunan Al-Quran Surat Arrahman yang Dibacakan Ahkam Bikin Neysa Menangis

“Huh, bosen banget…”, grutu Neysa yang sedang duduk di teras ndalem. Yah, perempuan itu tidak mau tidur terlebih dahulu. Ia memilih melihat langit malam yang menurutnya menenangkan.

Biasanya di jam-jam seperti ini perempuan itu bersenang-senang dengan sahabatnya sampai tengah malam. Namun semenjak ia tinggal di ponpes Syafi’i, ia tidak diperbolehkan sekolah sampai keluarganya kembali.

Jadi sebagai gantinya ia harus membantu dan belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sebelumnya ia sudah berkali-kali dibujuk agar masuk Islam, entah mengapa dirinya menolak.

Padahal hatinya luluh. Perempuan berambut hitam itu pergi berkeliling – lebih tepatnya ke arah masjid. Karena tempat itu menurutnya indah.

Yah, walaupun ia tidak pernah masuk ke dalamnya.

“Ar-rahman, Allamal Qur’an… Kholaqol Insan…”, membuat perhatian Neysa teralihkan. Ia melangkah mendekati masjid dan hanya bisa memperhatikan Ahkam dari teras masjid tempat untuk menata sandal.

Ia duduk di sana sembari menikmati suara merdu Ahkam yang bisa membuat hatinya bergejolak. Paras ketampanan Ahkam semakin terpancar ketika lelaki itu semakin mendalami bacaan qurannya.

Dan tak terasa sebulir air mata meluncur begitu saja – hatinya tenang namun dadanya terasa sesak saat mengingat kisah percintaannya.

“Ya Tuhan… Neysa bingung… kenapa dada Neysa sesakit ini…”, batin Neysa termenung, sampai-sampai tak sadar bahwa Ahkam sudah menyelesaikan bacaan Quraannya.

Neysa terlarut dalam lamunannya, mata dan pipinya basah karena air mata. Bahkan ia tak tau Ahkam sedang melihatnya dari dekat, sekarang.

No More Posts Available.

No more pages to load.