Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III

oleh -
Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III
Jawaban Neysa Bikin Ahkam Salah Tingkah

Emm… lo mau gue ngelakuin apa?”, tanya Neysa spontan.

“Ha? maksudnya”, Ahkam berkerut tak mengerti dengan pertanyaan Neysa.

“Kan katanya, kalau gue dengan senang hati ngelakuin buat orang yang gue cinta, pasti hati gue tenang dan gue sekarang pengen ngelakuin sesuatu buat orang yang gue cintai…”.

Mendengar itu, Ahkam hanya bisa menganga atas penjelasan Neysa yang benar-benar polos itu. Ternyata perempuan di depannya salah pemahaman.

“Siapa? Sa-saya?”.

“Iya… elo siapa lagi”, lirih Neysa sembari menunduk malu. Sementara Ahkam hanya tersenyum geli melihat tingkah lucu perempuan di depannya.

“Maksud saya, sosok yang dicintai itu tuhan… Seperti kamu mencintai tuhan kamu. Jadi pasti kamu gak keberatan melakukan apa pun agar kamu bisa dekat dengan tuhanmu”.

Penjelasan Ahkam kini malah membuat Neysa malu berkali lipat. Kini ia hanya bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.

“Ney”, panggil Ahkam membuat Neysa mendongakkan kepalanya… menatap bola mata indah milik Ahkam.

“Hmm?”.

“Lutut kamu gimana, enakan?”.

“Iya, udah mendingan…”, balas Neysa sembari melihat lututnya yang tertutup busa muslimahnya.

“Alhamdulillah”, ucap Ahkam

“Ahkam…”, panggil Neysa membuat tatapan keduanya bertaut kembali.

“Iya?”.

“Ada anggota tubuh gue yang masih sakit bahkan parah Kam…”, ucap Neysa sembari memasang raut muka kesakitan.

“Ha? Apa? Yang mana?”, mending kamu sekarang minta obat ke Ibu Izza deh….”, cemas Ahkam.

“Ibu Izza gak punya…”, rengek Neysa seperti anak kecil.

“Masa sih?emangnya mana yang sakit?”.

“Hati gue…”, balas Neysa membuat Ahkam seketika mematung salting. Namun laki-laki itu berusaha menutupinya.

“Te-terus gimana?”, gugup Ahkam yang masih salting.

“Cuma lo obatnya…”, balas Neysa sembari tersenyum tipis yang malah bikin Ahkam meneguk ludahnya pasrah.

No More Posts Available.

No more pages to load.