Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III

oleh -
Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren III
Jawaban Ahkam Membuat Neysa Salah Paham

“Pikirkan baik-baik Neysa… sesungguhnya Allah tidak salah memilih orang yang akan diberinya hidayah menuju jalanNya yang lurus”, setelah itu, Umi Syifa pergi meninggalkannya dengan pikiran yang bertaut tanpa tujuan.

Hati dan pikirannya berbeda jawaban, membuat dirinya semakin bingung, kembali dalam pikirannya terbayang sosok Ahkam dengan senyum manisnya.

Hal itu malah membuat keadaannya memburuk, dadanya sesak, hatinya berasa teriris pedang dan buliran cairan bening akhirnya keluar dari kelopak mata Neysa. Ia sudah tak sanggup menahan beban yang tercipta padanya. Ia membiarkan tetasan air matanya meluncur  deras.

“Tuhan, kuatkan Neysa…”, batin perempuan itu sembari mengusap mata di pipinya.

Langkah kecil Neysa menyelusuri jalan sepi ponpes Syafi’i. Saat ini para santri melaksanakan sholat Magrib berjamaah. Jadi Neysa tak perlu susah-susah untuk mengenakan hijabnya.

Rambut hitamnya dibiarkan terurai gemulai mengikuti hembusan angin. Perempuan itu sampai di depan masjid ponpes Syafi’i. Ia tak berani masuk, entah kenapa.

Ia memilih duduk di depan teras masjid tempat jejeran sandal para santri. Mata indahnya asyik memandang luasnya langit malam. Tenangnya malam membuat Neysa terlarut dalam cahaya bulan purnama.

Pikirannya masih terbayang akan kata-kata tutur dari Umi Syifa’. Ia bahkan belum bisa memutuskannya, hatinya masih bimbang.

“Neysa?”, panggil Ahkam membuat Neysa terjingkat dari lamunannya, sontak ia berdiri menghadap ke arah lelaki tampan di depannya.

“Ia, kok keringetan?”, tanya Neysa terheran dengan banyaknya cairan menetes dari rambut hitam Ahkam yang tertutup peci hitam.

“Hm? Ini bukan keringat… tapi saya habis wudhu”, jelas Ahkam sembari tersenyum.

“Ngapain wudhu?”

“Wudhu itu salah satu syarat wajib bagi umat Islam sebelum melaksanakan ibadah solat atau mengaji…”.

“Berarti kalau gak wudhlu, gak boleh solat?”.

“Ia, lebih tepatnya gak sah sholatnya”.

“Oh… ribet yah?”, keluh Neysa”.

“Enggak koq, kalau kamu dengan senang hati melakukan sesuatu untuk seseorang yang kamu cintai pasti hati kamu akan tenang”.

No More Posts Available.

No more pages to load.