Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren II

oleh -
Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren
Gambar Cerita Cinta Sedih Anak Pesantren
Pesona Neysa saat memakai busana muslimah

Cklek!

Pintu kamar ndalem terbuka menampakkan sosok perempuan muda berhias busana muslimah nevy dan balutan hijab sederhana membuat Ahkam seketika itu terpesona.

“Subhanallah, ya Allah. Kenapa hati hamba bergejolak”, batin Ahkam yang masih terpesona dengan kecantikan Neysa mengenakan busana muslimah itu. Romo yai Zulkifli yang saat itu tak sengaja melihat santrinya yang terbawa suasana syahwat cekat meraup wajah Ahkam dengan telapak tangannya.

“Gitu aja sampek gak ketip-ketip”, tegur Romo yai Zulkifli, membuat Ahkam menundukkan kepalanya, malu. Neyasa yang hendak menghampiri Romo yai Zulkifli terus memandangi wajah lelaki paruh baya itu dengan seksama.

“Sini kamu…”, ucap Romo yai Zulkifli sembari menunjuk ke arah samping kanannya – agar jarak duduk Ahkam dan Neysa berjauhan. Neysa duduk menirukan cara Ahkam duduk agar terlihat tampak sopan.

“Siapa nama kamu?”, tanya Romo yai Zulkifli.

“Saya Neysa..”, lirih Neysa yang nyalinya mulai ciut. Jangtungnya berdegup kencang tak karuan. Entah rasanya ingin pingsan di tempat.

“Ada apa kamu sampai bisa kayak tadi”, Neysa yang mendengar itu pun langsun menceritakan kejadiannya sewaktu rumahnya kerampokan. Keringat dinginnya mulai bercucuran deras. Ia benar-benar tak tau lagi mengembalikan nyalinya semula.

“Oh… baiklah, kamu sementara tinggallah di sini, tapi bukan untuk berduaan dengan Ahkam, melainkan untuk keselamatanmu sampai keluargamu kembali”, tutur Romo yai Zulkifli yang membuat Neysa bernafas lega. Ia sangat berterimakasih, kerena Romo yai Zulkifli berbaik hati kepadanya. (*)

Penulis:

By @Hama (Sevilla Dian Mumtaz)
IG @dian_xx07
FB @Sevilla Mumtaz

Santri Darul Quran Banu Hasyim, Sidoarjo

No More Posts Available.

No more pages to load.