Cerpen Santri, “Pertanyaan Musyqil Santriwati untuk Gus Fariz”

oleh -
Cerpen Santri, "Pertanyaan Musyqil Santriwati untuk Gus Fariz"

Who?

        “Assalamualaikum..ini siapa ya?”

        “Ini dari pihak rumah sakit Dharma ..apakah anda keluarga bapak Arif?”, ucap sosok suster di sebrang sana.

       “Iya saya keluarga bapak Arif..ada apa ya”, Syaqilla tampak cemas—perasaannya mulai tidak enak.

      “Bapak Arif mengalami kecelakaan parah..dan saat ini bapak Arif dalam masa kritis”, jelas sang suster.

      “Apa?!”. Seketika tubuh Syaqilla melemas mendengar kabar buruk itu, dan tanpa disadari air mata Syaqilla lolos begitu saja.

      “B-baik saya akan segera kesana..”, lirih Syaqilla mengakhiri panggilan teleponnya. Sementara Fatimah tak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa menenangkan temennya itu.

      “Udah qill…yang sabar..mending sekarang kamu pergi ke rumah sakit..”, ujar Fatimah.

      “Emang gak papa?”

      “Gak papa..nanti biar aku yang ngizinin kamu ke neng Syifa”, Syaqilla tersenyum—ia beruntung memiliki teman sebaik Fatimah.

      “Makasih Fat..”, ucap Syaqilla dan bergegas pergi ke rumah sakit. Perempuan itu terus  berdo’a  agar orang tua satu-satunya itu tidak meninggalkannya.                                                                  

Sesampai di lantai 2 rumah sakit Dharma,Syaqilla bergegas masuk ke ruangan dimana sang ayah dirawat. Dibalik ruangan itu Syaqilla disodorkan pemandangan yang begitu menusuk hatinya. Perempuan itu menghampiri sang ayah yang terbaring lemas dengan selang  di hidung dan tangannya.

      “Ayah..bangun…disini ada Syaqilla..”, isak perempuan itu sembari menggenggam tangan sang ayah. Namun laki-laki paruh baya itu tak menggubris , Arif masih diam dalam masa kritisnya. Ia hanya bisa berdo’a dan pasrah pada tuhan.

      “Permisi..bisa keluar sebentar? pasien mau melakukan pemeriksaan..”, ucap sosok suster membuyarkan lamunan Syaqilla.

      “Iya…sus, saya mau tanya, kalo boleh tau berapa biaya perawatan ayah saya?”

      “Masalah pembayaran sudah lunas..”, Syaqilla dibuat bingung dengan ucapan suster itu, tidak mungkin juga jika pamannya yang akan melunasi biaya perawatan ayahnya itu.

      “Siapa sus??”

Baca juga: Contoh Cerpen Santri Tentang Hidup Baru di Pesantren

No More Posts Available.

No more pages to load.