Cerpen Santri, “Pertanyaan Musyqil Santriwati untuk Gus Fariz”

oleh -
Cerpen Santri, "Pertanyaan Musyqil Santriwati untuk Gus Fariz"

Now iam a wife

          Janur kuning terpapar jelas di depan rumah Syaqilla. Perempuan itu sudah cantik dengan gaun pengantin islami yang sederhana. Pernikahan yang akan dibangunnya bersama sosok lelaki yang ber status gus tidak akan pernah seindah yang dibayangkannya. Syaqilla terus mengurung dirinya di kamar bersama sahabatnya—Fatimah yang kini berusaha menghiburnya.

            “Qill..kayaknya gus Fariz udah nyampe di depan tuh..”, ucap Fatimah yang masih mengintip keadaan luar jendela kamar. Namun ucapannya itu tak digubris sama sekali oleh Syaqilla, membuat Fatimah terpaksa menarik pelan tangan sahabatnya sembari berkata, ”ayo aku temenin..”, Syaqilla pun akhirnya menuruti kata sahabatnya itu. Fatimah merangkul bahu sahabatnya itu menuju ke acara akad nikah. Sesampai di acara, Syaqilla sudah bersanding dengan lelaki ber-jaz hitam yang kini sudah siap untuk melontarkan ijab qabul. Semua saksi sudah dikumpulkan, Fariz dan sang penghulu mulai melontarkan ijab qabul dan semua saksi serentak berucap,”sah”, Syaqilla masih tak percaya jika dirinnya sudah halal dengan Fariz. Perempuan itu pun segera mencium punggung telapak tangan lelaki di sampingnya. Demikian pula Fariz pun mengecup lembut kening Syaqilla. Sementara perempuan itu hanya menundukkan kepalanya tanpa seukir senyuman yang menghiasi bibirnya. Ia berusaha menahan air mata yang akan keluar—dadanya terasa sesak setelah berlangsungnya akad nikahnya. Melihat putranya menyelesaikan akad nikah dengan baik, umi dan abah turut bahagia. Sepasang suami istri itu menghampiri orang tuanya dan mencium lembut punggung tangannya.

             “Riz..sekarang kamu sudah punya tanggung jawab besar..jagalah istrimu dan bahagiakan dia..jangan pernah menyakiti hatinya”, nasehat abah membuat Fariz tersenyum kikuk. Laki-laki itu menatap istrinya yang berada di sampingnya itu sembari tersenyum tipis.

             “Tentu sajalah bah…aku akan membahagiakannya”, balas Fariz.

       Selesai semua proses pernikahannya dengan Fariz. Syaqilla merasakan tubuh dan pikirannya lelah setelah menjalani proses panjang pernikahannya. Kini dirinya sudah berstatus sah menjadi istri dari seorang gus di pondoknya.      

             “Istirahatlah ..”, ucap Fariz setelah melihat sang istri yang terlihat lelah. Syaqilla belum terbiasa tinggal di rumah hanya bersama sosok laki-laki yang baru ia kenal. Entah mengapa Fariz menolak untuk tinggal bersama kedua orang tuanya dan memilih tinggal berdua dengan dirinya. Syaqilla pun menurut, namun ia tidak melepaskan khimarnya sama sekali. Sementara Sang suami sudah berbaring terlebih dahulu di ranjang  namun posisinya membelakangi dirinya. Akhirnya perempuan itu menurut dan tidur bersebelahan dengan Fariz. Syaqilla tidur meniru sunnah rosul—menghadap ke arah kanan dengan kedua telapak tangan bertumpuk di bawah kepala. Ia memandang punggung suaminya yang sepertinya sudah terlelap dalam tidurnya. Perempuan itu berusaha memejamkan matanya untuk tidur, namun itu sulit dilakukannya. Syaqilla memilih untuk mengubah posisinya menjadi duduk. Sesekali menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan pribadi milik Fariz, tapi ada satu hal yang membuat perhatian Syaqilla teralihkan—terdapat sebuah bucket yang terpapar di atas nakas meja. Karena penasaran perempuan itu menghampirinya dan mengamati bucket bunga anyelir itu. Terdapat sebuah foto juga yang terselinap di tengah bunga anyelir itu, dengan cekat Syaqilla meraih foto itu dan gambar yang ada di foto itu adalah gambar suaminnya bersama dengan sosok wanita manis dengan balutan khimar merah. Keduannya benar-benar mesra, bahkan terlihat jelas jika keduannya saling mencintai.

              “Astaghfirullah,,”, lirih Syaqilla yang mulai muncul rasa cemburu di benaknya. Perempuan itu mengembalikan kembali foto itu ke tempatnya. Dadanya terasa sesak, entah kenapa perasaannya menjadi aneh saat melihat foto itu. Ia terduduk lemas di tepi ranjang. Syaqilla benar-benar penasaran dengan sosok perempuan di dalam foto itu. Siapakah perempuan itu? Dan apakah Fariz masih tetap berhubungan dengan sosok perempuan itu?

No More Posts Available.

No more pages to load.