Cerpen Santri, “Pertanyaan Musyqil Santriwati untuk Gus Fariz”

oleh -
Cerpen Santri, "Pertanyaan Musyqil Santriwati untuk Gus Fariz"

Cerpen Santri – Pagi cerah menyambut aktivitas sosok santriwati yang bernama Syaqilla. Seperti biasa Syaqilla melakukan tugas sebagai santriwati yaitu membersihkan halaman depan dan mengurus masakan dapur. Syaqilla dengan senandung sholawatnya giat melaksanakan tugasnya itu. Ia santriwati yang sangat baik,ramah dan santun dalam perilaku dan ucapannya. Setelah mengurus masakan di dapur Syaqilla masih ada tugas yang harus dikerjakannya—membereskan  barang-barang ndalem (rumah milik pengasuh pesantren).

         “Syaqilla!!Syaqilla!!!”teriak Fatimah—teman Syaqilla dari arah barat. Mendengar ada yang memanggilnya Syaqilla bergegas menghampiri sumber suara itu.

         “Iya ada apa fat?”, tanya Syaqilla yang masih menggenggam kemoceng di tangannya.

         “Ini ada telepon..”, ucap Fatimah sembari menyodorkan ponsel ke temannya itu.

        “Telepon dari siapa Fat?”, Syaqilla tidak yakin jika telepon itu berasal dari ayahnya, karena biasanya ayahnya itu masih sibuk dengan dagangannya dari mulai pagi sampai siang nanti.

        “Aku gak tau qill.. udah angkat aja lah..”, Syaqilla pun menuruti ucapan temannya itu, ia pun mengangkat panggilan telepon itu.

        “Assalamualaikum..ini siapa ya?”

Rasa gelisah mulai menghampiri perempuan berhijab syar’i itu setelah mengangkat panggilan telepon. Syaqilla yang  tadinya baik-baik saja seketika raut mukanya berubah menjadi tampak cemas. Tanpa sengaja pun Syaqilla menjatuhkan kemoceng yang sedari tadi ia bawa. Ia terpaku diam dengan pemberitahuan yang berasal dari telepon itu.