Peringatan Hari Santri Nasional 2020 Wajib Mematuhi Protokol Kesehatan

oleh -

Jakarta – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 akan segera digelar, tepatnya tanggal 22 Oktober mendatang. Kementerian Agama (Kemenag) sedang mematangkan konsep peringatan Hari Santri yang akan digelar 22 Oktober 2020 mendatang. Kemenag memastikan peringatan Hari Santri akan menerapkan protokol kesehatan ketat di tengah pandemi covid-19.

Dalam perencanaan konsep, Kemenag melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam menggandeng sejumlah ormas Islam. Antara lain Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PP RMI PBNU) dan Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2PPM).

“Pada pandemi covid-19 ini, seluruh desain peringatan Hari Santri 2020 akan menjadi panduan bagi seluruh stakeholders seperti kementerian/lembaga, pemda, kanwil Kemenag di daerah, perguruan tinggi keagamaan Islam, madrasah, hingga pondok pesantren di seluruh Indonesia dengan berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono dalam Focus Group Discussion Persiapan Peringatan Hari 2020 di gedung Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Logo Resmi Hari Santri 2020, di Masa Pandemi

Waryono menegaskan peringatan Hari Santri 2020 perlu tetap digelar meski di tengah kondisi pandemi covid-19. Menurutnya Hari Santri 2020 bisa dijadikan momentum penyemangat bangsa agar kuat menghadapi pandemi covid-19 yang menyerang berbagai sektor.

Perwakilan PP RMI PBNU dan LP2PPM yang hadir mengapresiasi langkah Kementerian Agama dengan melibatkan ormas Islam dalam persiapan peringatan Hari Santri 2020. Mereka berharap selanjutnya ada kemitraan dan partisipasi aktif antara Kementerian Agama dan ormas Islam dalam penyelenggaraan peringatan Hari Santri 2020, sekalipun di internal organisasi akan melaksanakan sesuai dengan agenda kegiatan masing-masing.

“Mengingat sudah memasuki bulan September 2020 kami berharap agar secepatnya diterbitkan surat edaran yang memuat panduan penyelenggaraan peringatan Hari Santri 2020, agar kita semua memiliki kesiapan dan panduan penyelenggaraan, terlebih dengan segala keterbatasan saat situasi covid-19,” ujar perwakilan rmas Islam.

Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri oleh Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Kemenag kini sedang menggodok tema peringatan Hari Santri 2020. (News/Now)