Siapakah yang Pantas Mendapatkan Lailatul Qadar Itu?

oleh -

Janji Allah tentang Lailatul Qadar sungguh mengagumkan. Di mana orang yang ditakdir mendapatkan Lalilatul Qadar itu hidupnya akan damai, keluarganya akan tentram baik dari aspek sosial ekonomi, agama dan lainnya. Sehingga dari janji Allah yang begitu agung tentang Lailatul Qadar ini bikin umat muslim di dunia berlomba-lomba untuk mendapatkannya, lebih-lebih ketika bulan Ramadan memasuki 10 hari terakhir.   

Baca juga: Prediksi Turunnya Lailatul Qadar untuk Ramadlan 2020 antara Tanggal 29 dan 27, Itu Kata Mereka

Namun pertanyaannya, siapakah yang pantas mendapatkan Lailatul Qadar itu?

Tentu saja orang yang akan mendapatkan Lailatul Qadar ini bukan orang sembarangan, dia pasti orang pilihan Allah. Karena tidak mungkin Lailatul Qadar akan diberikan Allah kepada umat masulim yang tidak sesuai persyaratan, apalagi musuh-musuhNya, tidak bakalan. Logikanya begini, orang yang akan masuk nominasi bakal mendapatkan proyek khusus pemerintah biasanya orang-orang terdekatnya yang sudah lulus persyaratan-persyaratan sehingga nanti orang-orang itu diseleksi kembali, siapa yang paling layak mendapatkannya.

Begitu juga yang pantas masuk nominasi bakal mendapatkan Lailatul Qadar itu pasti orang-orang muttaqin yang sudah persyaratannya sesuai atau sejalan dengan ketentuan Allah.

So, siapa yang layak dibilang memiliki persyaratan lengkap?

Yaitu orang yang sudah istiqamah dalam ketakwaannya kepada Allah swt. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Alquran QS Fsshilat ayat 30:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Dalam Tafsir Al Misbah karya Prof Quraish Shihab ayat ini ditafsirkan begini:

Orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” sebagai pengakuan atas kemahaesaan-Nya, kemudian menjalankan syariat-Nya secara istikamah, benar-benar akan selalu dikunjungi oleh para malaikat dengan mengatakan, “Kalian tak perlu merasa takut dengan kesusahan yang menimpa kalian, juga tak perlu bersedih dengan kebaikan yang tidak bisa kalian dapatkan. Sebaliknya, bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepada kalian melalui para nabi dan rasul.”

Pada akhirnya, tulisan ini akan kami tutup dengan firman Allah dalam Alquran Surat Al-Qadar:

Berikut QS Al Qadr ayat 1-5:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.)

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ – ٢

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ – ٥

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Dikutip dari detikcom, bahwa diturunkannya surat ini, menurut buku ‘StepbyStep Puasa Ramadhan Bagi Orang Sibuk’ karya Gus Arifin, sebuah hadits melalui mujahid yang menceritakan, bahwasanya Rasulullah pernah menceritakan tentang seorang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil, ia menyandang senjatanya selama seribu bulan untuk berjuang di jalan Allah. Kaum muslimin merasa takjub atas hal tersebut. Maka Allah segera menurunkan firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bukan,” (QS Al Qadr 1-3).

Senada dengan Gus Arifin, dai kondang Ustaz Abdul Somad juga mengungkapkan asal-mula turunnya surat Al Qadr karena umat Nabi Muhammad sedih tidak seperti kaum Bani Israil. Karena itulah turun malam Lailatul Qadar dan menurut Ustaz Abdul Somad, Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

“Seribu bulan itu lebih dari 80 tahun,” ucap Ustaz Abdul Somad. Dalam buku ‘Sukses Berburu Lailatul Qadar oleh Muhammad Adam Hussein, S.Pd, M. QHI, menyebutan, dalam ayat pada surat Al Qadr dijelaskan malam Lailatul Qadar kenapa disebut malam kemuliaan. Lalu dijawab pada ayat 3 Surat Al Qadr yang berbunyi malam Lailatul Qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan.

Jelas di malam itu ketika malaikat-malaikat turun ke bumi maka suasana alam akan berbeda dari biasanya. Lebih hangat dan lebih sejuk daripada sebelumnya.

Selain itu doa-doa yang dipanjatkan kepada Ilahi akan diaminkan oleh malaikat-malaikat tersebut sehingga menjadi mempercepat pengabulan doa hamba-hambaNya. Maka sungguh beruntunglah orang-orang yang ketika malam Lailatul Qadar dapat memohon doa kepada-Nya dengan didoakan pula oleh malaikat-malaikat yang kebetulan sedang bertugas turun ke muka bumi. (*)

Penulis: Muhlis