Tanggapan Tokoh Atas Lagu “Aisyah Istri Rasulullah”

oleh -
Tanggapan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Tentang Lagu "Aisyah Istri Rasulullah"

Santri Milenial – Abdul Muqsith Gazali yang merupakan Dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syarif) juga ikut menanggapi tentang lagu AISYAH ISTRI RASULULLAH yang dalam minggu-minggu ini viral di media sosoial utamanya youtube.

Dalam tulisan beliau di facebook menulis begini:

Liur Nabi Menyatu dengan Liurnya

Seminggu terakhir lagu “Aisyah, Puteri Abu Bakar Isteri Rasulullah” adalah lagu yang paling banyak diputar di Indonesia. Puluhan juta orang telah menontonnya.

Namun, di tengah tingginya perhatian publik pada lagu religi itu, sebagian orang coba mempersoalkannya. Liriknya dianggap terlalu vulgar menampilkan sisi romantisme Nabi dan Aisyah.

Padahal, jika kita membaca literatur Islam, kita tahu bahwa romantisme itu fakta bukan fiktif. Sayyid Muhammad dalam “Muhammad al-Insan al-Kamil” mengisahkan kesukaan Nabi lari-lari manja bersama Aisyah.

Nizar Abazhah dalam bukunya “Fi Bayt al-Rasul” menggambarkan kebiasaan Nabi meminum air di bekas minum bibir Aisyah pada gelas yang sama.

Bahkan, romantisme itu dipertahankan Nabi sampai akhir hayatnya. Aisyah –seperti diungkap Ibn Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah– membuat pengakuan menarik. Alkisah, beberapa saat sebelum wafat, Nabi SAW masih bersiwak dengan kayu siwak Aisyah.

“Liurnya dan liurku menyatu jadi satu”, demikian Aisyah. Nabi pun meninggal di rumah Aisyah, menghadap Allah dalam pelukannya, dan disemayamkan persis di kamarnya.

أن عائشة كانت تقول: إن من نعمة الله على أن رسول الله صلى الله عليه وسلم توفى فى يومى وفى بيتى وبين سحرى ونحرى وإن الله جمع بين ريقى وريقه عند الموت…..

Nabi SAW memang suami romantis. Jujur, tak banyak suami yang bisa meneladani Nabi dalam soal romantisme ini. Tapi kita berharap, semoga kita bisa meneladani Nabi pada hal yang lain lagi.

Sabtu, 5 April 2020 Salam,

Abdul Moqsith Ghazali

Itulah tanggapan dari Dr Abdul Muqsith Gazali terkait video lagu Aisyah Istri Rasulullah yang viral itu.

Penulis: Muweil