Santri Nungging atau Santri Sujud kepada Allah?

oleh -
Santri Nungging atau Santri Sujud kepada Allah?

Santri Milenial – Santri Nungging menyatakan dirinya rajin solat lima waktu, bahkan dia juga rajin solat duha, tahajud dan beragam solat sunnah lainnya. Namun saat hari kiamat nanti, Santri Nungging ini tidak dapat pahala solat. Buku amalnya yang diberikan oleh malaikat sama sekali tidak ada catatan tentang pahala solat, malah yang ada tulisan nungging.

Santri Nungging ini heran, kok bisa tidak ada pahala solat sama sekali, yang ada malah tulisan nungging. Proteslah ia pada malaikat.

“Hei tua malaikat, mana pahala solat saya, saya ini rajin solat lima waktu bahkan semua solat sunnah saya lakukan, tapi kok pahalanya tidak ada?”, santri nungging kesal.

Malaikat menjawab: “Memang kamu pernah solat?, kamu itu tidak solat melainkan hanya nungging saja kepada Allah.”

“Kok bisa?,” tanya Santri Nungging lagi.

“Ia, bisa, kan kamu kalau solat, tuhanmu yang maha tahu diletakkan di belakang. Sementara dalam pikiran dan hatimu hanya pahala dan pahala,” balas Malaikat.

Santri Nungging hanya bisa terdiam tak bisa membantah lagi atas jawaban malaikat itu. Karena apa yang dikatakan malaikat benar adanya. Santri Nungging pun menyesal selalu buat perhitungan dengan Tuhannya.

Dalam cerita Santri Nungging di atas, patut kita pikirkan, jangan-jangan kita beramal soleh juga memiliki ciri yang sama. Makanya kalau berdoa kepada Allah jangan hanya minta supaya dijadikan orang yang soleh, tapi juga minta supaya dijadikan hamba yang dicintai Allah. Karena meskipun kita berbuat baik atau beramal soleh tapi Allah tidak ridha kepada apa yang kita perbuat, akan sia-sia juga.

Hal yang perlu diingat juga, bahwa bila mana kita besok masuk surganya Allah, itu bukan semata-mata karena perbuatan baik atau pahala kita, melainkan karena kasih sayang Allah kepada kita. Karena sekeras apa pun kita beribadah tidak akan pernah berbanding dengan kasih sayang Allah yang telah diberikan kepada kiata.

Karena itulah setiap kita melakukan kebaikan jangan mengharap apa pun dari Allah selain hanya ingin bersyukur saja. Karena ibadah yang paling tinggi di sisiNya adalah rasa terimakasih seorang hamba kepada tuhannya. (red)