Malam Nisfu Sya’ban Sebagai Hari Raya Para Malaikat, Kok Bisa?

oleh -
Malam Nisfu Sya’ban Sebagai Hari Raya Para Malaikat

Santri Milenial – Kitab Fadlilah al-Muharram wa Rajab wa Sya’ban karangan KH Sholeh Darat Semarang menjelaskan, malam Nisfu Sya’ban merupakan hari raya bagi para Malaikat. Ini sebagaimana Lailatul Qadar yang sama-sama sebagai hari raya bagi para Malaikat.

KH Sholeh Darat menjelaskan bahwa Malaikat itu tidak tidur maka hari rayanya di malam hari, berbeda dengan manusia.   Karena itulah KH Sholeh Darat menyarankan agar umat muslim beribadah sebanyak-banyaknya di malam hari. Hal ini juga selaras dengan apa yang disabdakan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu kita diminta untuk shalat malam Nisfu Sya’ban dan puasa di pagi harinya. Sebab Allah berjanji akan memberikan pengampunan bagi hambanya yang minta ampun di malam Nisfu Sya’ban. 

Menurut KH Sholeh Darat, sebagian ulama juga menganjurkan agar di malam Nisfu Sya’ban membaca Surat Yasin tiga kali.

Yasin pertama berniat untuk panjang umur dalam kondisi taat dan patuh pada Allah.

Yasin kedua diniatkan untuk tolak bala’ dalam seumur hidup kita (jadi tepat juga minta do’a agar Corona hilang ketika membaca Yasin kedua).

Dan Yasin ketiga minta agar diberi kekayaan dan kecukupan selama hidupnya oleh Allah.  

Kemudian berdoa:

“Ya Allah Ya Rabbi, dengan kebenaran Surat Yasin saya minta tiga hal tadi. Semoga Engkau kabulkan keinginan saya dengan kemuliaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Silahkan doa ini dibaca sebanyak tujuh kali.  

Dengan doa mulia ini akan dikabulkan oleh Allah sebagaimana penjelasan Malaikat Jibril:

“Di malam Nisfu Sya’ban Allah akan membuka semua pintu langit”. Dan semua pintu-pintu langit dijaga oleh para Malaikat dengan bersujud, ruku’, berdoa, menangis dan lain-lain hingga meminta dikabulkan semua doa umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. 

Tulisan di atas disadur dari nu online. Mudah-mudahan dengan hadirnya Malam Nisfu Sya’ban nanti, dan semua pembaca tulisan ini mampu melakukan apa yang sudah kami tulis di atas dan Allah mengabulkan permintaan kita. Yang terakhir, mudah-mudahan Covid-19 cepat-cepat kabur dari bumi ibu pertiwi ini. (red)