5 Langkah Mudah Cara Mandi Besar yang Sempurna

oleh -
5 Langkah Mudah Cara Mandi Besar yang Sempurna

Santri Milenial – 5 langkah mudah cara mandi besar yang sempurna menurut hukum Islam. Namun sebelumnya, kita musti paham dulu apa yang dimaksud dengan mandi besar atau mandi wajib itu?

Mandi Besar itu artinya mandi dengan niat ingin menghilangkan hadats besar seperti junub, haid, nifas, melahirkan dan lain sebagainya.

Bagaimana cara mandi besar yang mudan dan sempurna? Tentu saja pertama-tama yang harus dilakukan adalah sucikan dulu segala kotoran yang ada di badan seperti madi, mani dan lainnya. Baru setelah suci semua silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini.

1 Baca basmalah

2. Kumur-kumur 3x

3.  Menghirup air ke hidung 3x

4. Berwudlu’

5. Kemudian mandi junub. Jangan lupa berniat sebagaimana biasanya. Artinya, pas siaraman air pertama kebadan dibarengi dengan niat mandi besar.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ الْوَاجِبَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latinnya: Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala

Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah taaala

Usahakan  ketika sedang menyiram air ke sekujur tubuh, telapak tangan tidak menyentuh alat kelamin baik depan maupun lubang bagian belakang, supaya wudlu’ yang sudah dilakukan tidak batal. Dan yang terakhir berdoa sebagaimana doa sesudah wudlu’.

Sudah, selesai.

Pertanyaan umum yang sering muncul.

Bagaiamana dengan bagian anggota badan yang dikhawatirkan tidak terkena air seperti lipatan kulit bagi orang yang agak gemuk?

Sebenarnya mandi besar yang dilakukan di sini hanyalah dalam rangka supaya setatus hadast besar yang melekat pada seseorang bisa hilang. Karenanya pada saat siraman pertama (pada langkah ke 5 di atas) wajib disertai niat. Sementara seluruh badannya sudah suci bersih karena pada langkah pembukaan, dia sudah mandi secara sempurna sebagaimana mandi biasanya.

Bagaimana dengan air yang tidak sampai dua kulah?

Kalau airnya tidak sampai dua kulah, gunakan gayung saja untuk ngambil airnya, jangan langsung mandi ke dalam bak mandinya.

Apakah bisa kalau mandi besar hanya dengan air satu ember?

Ia bisa saja, asalkan tahu caranya. Yang pasti kalau air satu ember supaya cukup digunakan untuk mandi junub, tidak perlu menggunakannya untuk hal-hal sunnah, seperti kumur-kumur, menghirup air ke hidung, wudlu’ dan lainnya.

Kesimpulannya:

Jangan jadikan Mandi Besar sebagai sesuatu yang rumit, asal tahu caranya insyaallah gampang dan hasilnya “sempurna”, serta tidak ada keraguan dalam hati. Mudah-mudahan apa yang kami tulis bisa bermanfaat untuk para pembaca. Wallahu A’lam

Referensi: Kitab Fathul Muin terkait mandi besar.

Penulis: Ustadz Musa Syadili