Para Santri Pondok Pesantren Mulai Dipulangkan Semua

oleh -
Para Santri Pondok Pesantren Mulai Dipulangkan Semua

SantriNow – Para santri dari beberapa pondok pesantren secara serentak memulangkan santri-santri mereka ke kota kampung halaman masing-masing.

Penyebab salah satunya adalah demi menghindari penyebaran virus korona. Kendati demikian, mereka tetap memperkenankan para santri yang ingin tinggal di pondok pesantren.

Ainur Rofiq Al Amin, pengasuh Asrama Al Hadi 2 Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (27/3/2020), saat dihubungi dari Jakarta, mengatakan, jadwal pemulangan santri berlangsung 27-29 Maret 2020. Para santri kembali ke pesantren lagi pada 2 Juni 2020.

Bagi para santri asal Jawa Timur, pemulangan dilakukan memakai bus khusus. Sementara itu, santri-santri dari luar Jawa Timur diantar pulang sampai ke bandara.

Para santri yang pulang ke daerah asal terlebih dulu dikarantina selama 14 hari sembari mengikuti kegiatan mengaji dan olahraga. Kegiatan belajar-mengajar ditiadakan. Selama masa karantina di dalam pesantren, Ainur mengklaim, santri- santri tersebut sehat.

Saat pembatalan UN diumumkan, banyak pesantren berubah pikiran dan memutuskan memulangkan santri-santri mereka.

Total santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum mencapai sekitar 14.000 santri. Setengah di antaranya telah dipulangkan oleh pengurus dan sisanya memutuskan tetap tinggal  atau pulang dijemput orangtua.

Berdasarkan keputusan yayasan, pemulangan bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Covid-19. Ketika tiba di rumah masing-masing, orangtua santri diminta melaporkan perkembangan kesehatan anak kepada pengurus pesantren.

Surat edaran ke pesantren

Ketua Rabhithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (asosiasi pesantren NU) Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, pihaknya menyiapkan dua opsi untuk menyikapi pandemi Covid-19 melalui surat edaran kedua tentang protokol penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) kepada pondok pesantren-pondok pesantren. Surat edaran dikeluarkan tanggal 16 Maret 2020.

Opsi pertama, pesantren diperkenankan tidak memulangkan santri, tetapi membatasi mereka keluar-masuk pesantren. Opsi ini hanya cocok untuk pesantren yang tertutup dan satu kompleks dengan sekolah. Sementara opsi kedua adalah pesantren dapat memulangkan santri dengan cara tertentu. Sebelum memulangkan santri, pengurus pesantren harus menyosialisasikan perihal virus korona baru beserta cara penularannya dan menerapkan standar kesehatan.

Total ada 23.000 pesantren di bawah koordinasi Rabhithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama. Sebelum ada pengumuman pembatalan pelaksanaan ujian nasional (UN) dari pemerintah, Selasa (24/3/2020), kebanyakan pesantren memilih opsi pertama.

Namun, saat pembatalan UN diumumkan, banyak pesantren berubah pikiran dan memutuskan memulangkan santri-santri mereka. Selain peniadaan UN, pemulangan juga diperkuat dengan selesainya proses belajar dan libur Ramadhan.

”Sebagian besar santri sudah dipulangkan. Sebagian lagi sedang proses sampai beberapa hari ke depan,” ujar Abdul.