di ,

Seorang Muallaf di Australia Masuk Islam karena Maulid Nabi

Seorang Muallaf di Australia Masuk Islam karena Maulid Nabi
Gambar: Saat Gus Nadirsyah Hosen membimbing seorang muallaf membaca dua kalimat syahadat di Australia

Australia – Tanggal 5 Februari 2000, Mr. Ian Cameron Robertson saya bimbing mengucapkan dua kalimah syahadat di Masjid UNE (University of New England). Ini salah satu peristiwa unik dalam hidup saya bertemu dengan Robo, begitu ia biasa dipanggil.

Robo merupakan kawan lama Mr Ian Lewis (Pak Usman), yang terlebih dahulu memeluk agama Islam dengan menikahi Mbak Ratna Wijayanti (Rina). Suatu saat Robo berkunjung ke kediaman Pak Usman dan Mbak Rina di Uralla satu kota kecil di dekat Armidale, NSW. Karena merupakan sahabat lama, Robo sudah hafal betul sikap dan sifat Pak Usman dulunya. Namun ia terkejut melihat perubahan tutur kata maupun perilaku Pak Usman yang lebih kalem dan santun. Robo bertanya-tanya kenapa sahabatnya jadi berubah. Pak Usman menjelaskan bahwa ini pengaruh dia memeluk agama Islam.

Suatu hari saya dan keluarga berkunjung dan menginap di rumah Pak Usman. Maka bertemulah saya dengan Robo. Kami ngobrol ngalor-ngidul di meja makan. Kami saling melempar dan bertukar joke, termasuk joke yang nyerempet porno sekalipun. Pokoknya saya ladeni dia 🙂

Tidak ada perbincangan soal agama. Obrolan mengalir begitu saja. Malamnya ketika saya mau tidur, Mbak Rina menyapa saya, dan terjadilah dialog kecil sbb:

Rina: ‘Apa Nadir tahu soal Aura’?

Saya: ‘Kenapa Mbak? Saya gak paham soal mistik spt itu’

Rina: ‘Tadi Robo bilang bahwa dia terkejut melihat anak muda spt Nadir tapi aura di wajahnya tebal sekali. Dia bertanya-tanya apa rahasianya?”

Saya: ‘Ahhh Robo bercanda kali…kan dari tadi dia bercanda terus’

Rina: ‘Enggak…dia serius saat bilang begitu ke saya’

Saya: ‘besok kalau dia tanya lagi, bilang aja…itu karena wajah saya sering dibasuh dengan air wudhu minimal 5x sehari’

Setelah beberapa saat, saya mengundang komunitas Indonesia di Armidale utk merayakan maulid Nabi di rumah saya. Maklumlah kalau merayakannya di masjid, banyak yang gak suka dan menganggap itu bid’ah. Sebagai Imam masjid UNE, saya mengalah dan memilih memperingati maulid di rumah saya.

Pak Usman ikutan hadir dengan membawa serta isterinya Mbak Rina dan anaknya yang masih kecil (Hasan). Robo ikut diajak juga. Lantas Robo duduk di samping saya. Saya mulai berceramah dalam bahasa Indonesia (yg tentu saja tidak dipahami Robo).

Selepas ceramah, terjadilah dialog saya dengan Robo:

Robo: ‘tadi kamu menyampaikan pidato apa?’

Saya: ‘Kenapa Robo? Maaf yah kalau kamu tidak paham…saya menyampaikannya dalam bahasa Indonesia’

Robo: ‘Iya, tapi saya mengalami hal yang aneh’

Saya: ‘ada apa?’

Robo: ‘saya belum pernah mendengar orang bicara dengan bahasa yang tidak saya mengerti, tetapi membuat hati saya bergetar hebat. Kamu bicara soal apa sih?’

Saya: ‘Ohh…saya bicara tentang Nabi Muhammad. Ini kebetulan sedang memepringati hari kelahiran beliau. Saya bicara dengan penuh cinta dari hati saya ttg Nabi Muhammad’

Robo: ‘tapi kenapa saya jadi ikutan bergetar mendengarnya padahal saya tidak mengerti sama sekali isi pembicaraan kamu dan saya tidak tahu siapa itu Muhammad’

Saya: ‘Muhammad itu, Nabi saya….Nabinya Umat Islam’

Dengan wajah serius, tiba-tiba Robo berkata:’Nadir, kalau gitu saya ingin masuk Islam sekarang!’

Saya terkaget-kaget mendengarnya. Saya bilang: ‘Eit, jangan Robo…kamu gak tahu apa-apa ttg Islam. Gak enak jadi orang Islam itu. Kamu gak boleh minum wine lagi, dan juga gak boleh main perempuan dengan bebas begitu saja. Islam punya aturan yg sangat ketat soal ini’

Robo: ‘Gak peduli…saya ingin masuk Islam’

Saya: ‘Begini deh…jangan terburu-buru…kamu pikir saja dulu. 3 Bulan lah kamu ambil waktu untuk berpikir. Nanti kalau setelah 3 bulan kamu mantap serta tidak berubah pikiran silahkan ketemu saya lagi’

Rupanya jawaban saya itu makin membuat Robo bergetar.

Robo: ‘Nadir, saya sudah keluar-masuk banyak agama…termasuk aliran yg mengajarkan seks bebas sekalipun, tapi saya tidak menemukan apa yang saya cari. Dan biasanya setiap tokoh agama yang saya dekati dan saya nyatakan keinginan saya untuk pindah agama memeluk agama mereka, maka mereka akan langsung menyambar saya dan menerima saya. Cuma kamu yang malah enggan dan bahkan menolak saya untuk masuk Islam. Saya jadi semakin yakin, inilah agama yang saya cari selama ini.’

Saya mulai garuk-garuk kepala…ya Allah ini orang kok jadi ngotot begini. Saya baca shalawat dan mata saya menerawang jauh….lantas saya berucap:

‘Ingat ya Robo…3 bulan…nanti kita bahas lagi soal ini. Dalam 3 bulan itu kamu bisa tanya ke Pak Usman dan Mbak Rina soal Islam, kamu boleh tanya siapa saja…kalau kamu gak cocok, maka gak usah masuk Islam yah’

Baca juga: Spesial Maulid Nabi, Ceramah Gus Muwafiq di Istana Bikin Jokowi Kagum

Robo menikmati masa pensiunnya dengan berkeliling desa dan pedalaman Australia mencari batu untuk kemudian diolah dan dipoles serta dijual sebagai batu perhiasan. Dia lantas berkelana 3 bulan meneruskan hobbinya. Setelah kurang lebih 3 bulan dia kembali lagi ke Uralla dan kemudian diajak Pak Usman ke rumah saya.

Dia lantas mengatakan bahwa dia semakin mantap untuk memeluk agama Islam. Maka saya segera bermusyawarah dengan kawan-kawan untuk menyiapkan acara di masjid.

Dalam foto di atas terlihat bagaimana Robo kesulitan duduk bersila ala kita, dan disampingnya yang berjenggot itu Pak Usman. Sesaat sebelum menuntun Robo mengucapkan dua kalimat syahadat, wajah saya menoleh ke arah pintu masjid. Saya merasakan ada yang tiba-tiba ‘hadir’ menyaksikan peristiwa luar biasa hari itu.

Menahan haru, saya memulai membaca dua kalimat syahadat dengan diikuti Robo. Inilah catatan resmi dari Robo yang masuk Islam dan disaksikan sejumlah saksi.

Untuk meramaikan acara tersebut, sejumlah ibu-ibu membacakan maulid barzanji selepas pembacaan syahadat itu. Robo kemudian berbisik kepada saya:

Robo: ‘mereka itu bernyanyi apa?’

Saya: ‘Ohh mereka sedang membacakan syair puji-pujian kepada Nabi Muhammad’

Robo: ‘Kok hati saya bergetar yah mendengarnya…’

Baca juga: Gus Nadir: Cara Imam al-Ghazali Menyelami Perhiasan al-Qur’an

Saya lihat mata Robo berkaca-kaca saat mendengar Barzanji dilantunkan. Entahlah… Maulid Nabi dan barzanji sering dianggap perbuatan bid’ah dan biasanya dicemooh akan membawa kita masuk Neraka (Kullu bid-‘atin dhalalah, wa kullu dhalalatin fin nar). Pengalaman saya di atas sebaliknya: seorang bule mendapat hidayah dan bergetar lewat kecintaan kami terhadap Nabi Muhammad SAW.

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina muhammad. Hidayah itu bisa datang kepada siapa saja, dan lewat siapa saja. Kalau Allah sudah berkehendak: kun fayakun! Semuanya akan terjadi begitu saja tanpa perencanaan dan tanpa ada yg bisa menduga apalagi menolaknya.

Karena Robo harus berkelana lagi, saya tidak berkesempatan mengajarinya macam-macam soal ibadah ritual. Saya memberikan sorban Abah saya yang selama di Australia saya pakai untuk sajadah sholat, dan saya hanya berpesan satu hal pada dia: ‘jangan berkata bohong, dan peganglah kejujuran itu kuat-kuat’.

Sesuai hadis Nabi, seorang muslim boleh jadi melakukan banyak perbuatan dosa, tapi seorang muslim tidak boleh berbohong. Robo wafat sekitar tahun 2005/2006 akibat penyakit kanker yang dideritanya. Semoga dia husnul khatimah dan ditempatkan ruh-nya bersama Nabi Muhammad SAW. Al-Fatihah…

Tabik,

Nadirsyah Hosen

BAGAIMANA MENURUT KAMU?