di ,

9 Kemampuan yang Wajib Dimiliki Santri Milenial

9 Kemampuan yang Wajib Dimiliki Santri Milenial
Foto: Ahmad Syauqi atau yang akrab disapa Gus Syauqi salah satu dosen Agama di Universitas Airlangga Surabaya

Santri Milenial – Sebagai seorang santri yang hidup di zaman milenial (zaman gadget) sehingga ada sebutan Anda sebagai santri milenial tidak cukup hanya berbekal ilmu agama seperti baca kitab kuning lengkap dengan pemahamannya saja, melainkan juga dituntut untuk up to date dengan perkembangan teknologi ke kinian atau yang akrab dibilang revolusi industri 4.0.

Sekurang-kurangnya ada 9 kemampuan yang harus dimiliki santri masa kini. Apa saja kemampuan tersebut mari terus baca tulisan ini.

Kemampuan secara umum

1# Kemampuan memahami ilmu agama dengan baik seperti baca Quran, tafsir dan kitab kuning sebagai ciri khas seorang lulusan pesantren dan tentunya berakhlak mulia

Ini penting penulis utarakan (meminjam bahasa Gus Baha ketika mengisi ceramah). Karena ilmu agama dan akhlak yang mulia sampai kapan pun akan terus dipakai dan itulah yang akan membedakan Anda sebagai lulusan santri dengan generasi jalanan yang bisanya hanya ngukur jalan. Rasulullah bersabda:

من يرد الله به خيرا يفقه في الدين

Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, Allah akan Memberikan kepahaman di hatinya terhadap agama

Jadi apabila seorang hamba ditakdirkan Allah jadi orang baik, maka dia dibekali dengan pemahaman agama. Ingat, paham dan alim itu beda ya.

2# Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di mana Anda tinggal

Ini penting penulis utarakan sebab Anda sebagai generasi pesantren tentu tidak lepas dari kehidupan sosial di mana Anda tinggal. Jangan sampai Anda dijauhi oleh banyak orang hanya gara-gara tidak mampu beradap tasi dengan lingkungan setempat.

يايها الناس انا خلقنكم من ذكر وانثى وجعلنكم شعوبا وقباىل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقىكم ان الله عليم خبير

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-bangsa agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.Memiliki skill atau kreativitas. Ini penting saya utarakan di sini. Kreativitas atau kemampuan berkreasi merupakan kebutuhan pokok di zaman serba cepat seperti sekarang ini. Karena kalau bicara soal santri pintar hari ini sudah banyak namun santri yang memiliki kreativitas yang dapat dijual di masyarakat itu masih bisa dihitung dengan jari. Artinya santri hari ini dituntut tidak hanya mampu dalam akademisi tapi juga trampil dalam bidang yang disukai dan tentunya hoby itu positif.

3# Memiliki totalitas dalam berkarya maupun bekerja

Totalitas itu adalah keharusan bagi seorang santri yang ingin tercapai apa yang dicita-citakan alias tidak hambar dan hasilnya terasa.

Salah satu ungkapan klasik yang mungkin sering kita dengar adalah ungkapan manjadda wajada yang berarti “barang siapa bersungguh-sungguh maka ia dapat”. Ungkapan ini memang sederhana dan pendek, namun jika dilakukan hasilnya menjadi luar biasa. Banyak sekali diantara orang-orang yang sering menganggap dirinya gagal padahal ia masih belum maksimal dalam berusaha. Sering pula orang-orang seperti itu membunuh semangat dan rasa percaya dirinya dengan mengatakan “aku tidak bisa”. Padahal menurut para motivator kebanyakan, kalimat seperti itu adalah kalimat negatif yang mengarahkan si pengucapnya menjadi benar-benar tidak bisa.

Kegagalan mungkin terasa menyakitkan, namun rata-rata orang sukses menikmati kegagalan dulu sebelum menikmati manisnya kesuksesan. Tidak ada kata gagal sebenarnya, yang ada hanyalah kita terlalu cepat menyerah. Setiap apa yang kita impikan akan terwujud, hanya saja kapan terwujudnya adalah soal waktu, dan itu ditentukan oleh seberapa besar kita berusaha.

Lihatlah betapa besar hasil dari orang-orang yang melakukan sesuatu dengan bersungguh-sungguh. Bill Gates misalnya, sebagai seorang miliarder kelas dunia ia tiadak lepas dari kesengguhan, mengembangkan gagasan dan imajinasinya, demi sesuatu yang spektakuler. Dan kita bisa rasakan sendiri manfaatnya sekarang, berjuta-juta penduduk bumi ini menggunakan produk si kaya ini. Ya Microsoft Corporation, mungkin saja anda juga termasuk diantara para pengguna produk ini. Sampai-sampai seseorang bingung, apakah si Bill Gates ini masuk surga atau tidak atas karyanya yang begitu bermanfaat (disini bukan tempat berdebat tentang hal itu). Kesungguhan lain juga terlihat dari seorang pelawak dalam negri yang tergolong pendatang baru yaitu Entis Sutisna yang akrab disapa “Sule”. Awalnya berprofesi sebagai penjual jagung rebus keliling dikampungnya. Dan siapa sangka, kini ia berpenghasilan hampir satu miliar perbulannya, hmm… sebuah angka yang cukup fantastis.

Dari kedua contoh tokoh sukses tersebut jelas menunjukkan betapa pentingnya kesungguhan alias totalitas. Dua tokoh tersebut merupakan bagian dari banyak tokoh sukses yang melakukan pekerjaannya dengan penuh totalitas. Dalam bidang apapun itu, jadi petani bersungguh-sungguhlah, jadi dokter bersungguh-sungguhlah, jadi maling bersungguh-sungguhlah (eitt yang ini tidak dianjurkan, hehe). Yah itulah manfaat jika semuanya dikerjakan dengan bersungguh-sungguh, hasilnya pasti membanggakan. Tidak pernah ada kerugian bagi orang yang bersungguh-sungguh, karena meskipun gagal dari usaha yang dilakukan pasti ada kebanggaan tersendiri jika dibandingkan dengan mengerjakan sesuatu dengan hanya sekedarnya saja.

4# Disiplin yang tinggi atau mampu menghargai waktu

Sederhananya DISIPLIN itu adalah tepat waktu. Jadi apa yang dia kerjakan sesuai dengan ketentuan jadwal yang berlaku. Dan ingat disiplin adalah salah satu hal paling mendasar yang dibutuhkan dalam hidup. Sejak kecil, orang tua telah mengajarkan kita untuk hidup dengan kedisiplinan. Meski saat kecil bersikap disiplin terasa berat, setelah Anda beranjak dewasa Anda akan menyadari betapa kedisiplinan membawa dampak yang positif dalam hidup.

Saat Anda memiliki kendali akan segala hal, Anda akan merasa bahagia dengan diri Anda. Disiplin bukanlah pemaksaan, melainkan sebuah metode agar Anda memiliki kekuatan untuk mengendalikan hidup. Mulailah dengan hal-hal kecil seperti melakukan pekerjaan rumah tepat waktu, belajar, hingga meluangkan waktu bersama dengan teman-teman. Disiplin adalah cara Anda untuk membagi waktu dan membatasi hal-hal apa yang harus dan tidak harus Anda lakukan.

Merencanakan kegiatan dengan teliti dan melaksanakan apa yang sudah Anda tulis adalah langkah awal untuk hidup yang disiplin. Buatlah daftar kegiatan yang Anda lakukan setiap hari, mulai dari tujuan apa yang ingin dicapai, target harian, latihan fisik, waktu membaca, dan waktu untuk berkumpul bersama teman. Itu saja sih.

5# Ikhlas karena karena Allah

Kalau Anda bekerja kepada siapapun jangan lupa niatnya yang benar. Jangan sampai Anda belajar maupun bekerja karena selain Allah. Meskipun sudah berada di dunia yang serba canggih, jangan lupakan bahwa ruh dari semua amal yaitu keikhlasan. Ikhlas dapat menjadikan hidup kita lebih mudah dan menumbuhkan jiwa tanggung jawab pada amanah yang sedang kita perjuangakan atau jalani. Memang sih, ikhlas itu mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.

Dikutip dari bincangsyariah tentang pengertian ikhlas adlaha sebagaimana berikut ini: Dalam kitab Mu’jam al-Wasith, kata ikhlas berasal dari kata خلص يخلص خلوصا yang berarti jernih atau murni. Sementara itu, menurut Al-Jurjani dalam al-Ta’rifat menjelaskan bahwa ikhlas adalah tidak mencari pujian dalam beramal.

Baca juga: Pengertian Santri Milenial atau Santri Millennial Itu Apa Sih?

BAGAIMANA MENURUT KAMU?