Kisah Cinta Suci Gus Miek dengan Bu Nyai Lilik yang Fenomenal

oleh -
Kisah Cinta Suci Gus Miek dengan Bu Nyai Lilik yang Fenomenal

Kediri – KH Hamim Thohari Djazuli alias Gus Miek adalah sosok yang istiqomah dengan satu istri saja yaitu Bu Nyai Lilik Suyati, begitu juga dengan istrinya, setelah sepeninggal suaminya dia tidak menikah lagi sampai malaikat maut menjemputnya. Kita tahu, Gus Miek sudah lama wafat yaitu pada 5 Juni 1993 sementara istrinya wafat pada Senin 7 Oktober pukul 08.00 WIB 2019. Semoga keduanya selain menjadi pasangan yang setia di dunia semoga juga menjadi pasangan di alam baka. Amin. Baiklah mari bongkar kisah cinta mereka berdua.  

Awal Perjumpaan Gus Miek dengan Bu Nyai Lilik

Saat itu Gus Miek keluar dari tempat diskotik dimana beliau berdakwah. Di tengah perjalanan, beliau berjumpa seorang wanita berparas cantik. Beliau penasaran dengan gadis itu. Lalu diikutilah sang gadis sampai rumahnya. Dari situlah awal cinta Gus Miek bersemi pada sang gadis. Karenanya beliau berusaha cari tahu tentang sifat dan hoby orang yang dia cintai hingga akhirnya beliau berniat melamar lalu menikahinya.

Katanya, pihak keluarga Gus Miek kurang setuju. Abah Gus Miek (KH. Djazuli bin Ustman) tidak setuju sebab gadis tersebut diniai kurang pantas dengan Gus Miek. Untungnya ada salah satu kyai di pondok Al-Falah yang mendukung niat mulia Gus Miek, bahkan kiai tersebut bilang bahwa gadis ini lah yang akan mampu dan bisa menjadi pendamping Gus Miek. Karena Gus Miek berdakwahnya berbeda dengan orang biasa. Beliau sering merantau ke berbagai daerah, berbagai tempat perjudian, tempat diskotik dan tempat-tempat orang dugem lainnya. Akhirnya Abah Gus Miek setuju atas pernikahan anaknya dengan gadis itu.

Mungkin pembaca ada yang belum paham, siapa sebenarnya Bu Nyai Lilik tersebut. Beliau adalah seorang pemain tenis meja yang handal. Beliau sering ikut lomba yang berkaitan dengan olahraga. Ibu Lilik ini tidak pernah mondok atau sekolah yang ada hubungannya dengan pelajaran agama Islam. Akan tetapi KH.Hamim Djazuli menyukainya dan menikahinya.

Baca juga: Pesan Mendalam Gus Dur dan Kisah Cintanya

Cara Gus Miek mendidik istrinya mulai malam pertama

Sewaktu Nyai Lilik menjadi istrinya, malam pertama sampai malam ke 30 Nyai Lilik tidak pernah keluar kamar. Itu merupakan kemauan dari Gus Miek. 30 hari di kamar tidak boleh bertemu dengan siapapun kecuali dengan Gus Miek. Apabila beliau lapar, makanan akan diantarkan ke kamarnya dan segala kebutuhan disiapkan oleh Gus Miek. Ini adalah cara Gus Miek mengajari istrinya 30 hari diajarkan ilmu-ilmu agama dan 30 hari pulalah Nyai Lilik menghafal Al-Quran 30 juz.

Nyai Lilik sangat berubah setelah menikah dengan Gus Miek. Beliau yang awalnya hanya seorang wanita biasa pemain tenis meja yang tidak mengerti kaitannya dengan ilmu-ilmu agama menjadi mengerti ilmu-ilmu agama karena diajari oleh Gus Miek.

Gus Miek dan Nyai Lilik dikaruniai enam anak empat putra dan dua putri. Di antaranya ialah H.Agus Tajjuddin Heru Cokro, H.Agus Sabuth Pranoto Projo, Agus Tijani Robert Syaifunnawas, H.Agus Orbar Sadewo Ahmad, Hj. Tahta Alfina Pagelaran, Ning Riyadin Dannis Fatussunnah.

Kesetiaan Gus Miek pada istri tercinta

Gus Miek sebagai seorang Kiai yang gagah dan sangat populer di masanya tidak sulit bila beliau berkenan beristri lagi atau berpoligami, tapi nyatanya beliau setia hanya dengan satu istri saja. Aktivitas beliau sehari-hari adalah berdakwah dari kampung ke kampung yang lain. Bahkan belau juga dikenal satu-satunya kiai kala itu yang berani berdakwah di tempat-tempat pelacuran seperti Dolly Surabaya dan lainnya sehingga tidak jarang beliau dikelilingi para perempuan cantik yang berharap nasihat ataupun sedikit pencerahan.

Meskipun beliau lebih sering hidup di luar rumah sehingga jarang berkumpul bersama keluarga, itu semua tidak membuat Gus Miek lupa dengan anak istrinya. Gus Miek sangat setia kepada sang istri, Bu Nyai Lilik Suyati. Gus Miek tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu untuk menikah lagi hingga beliau dipanggil oleh yang maha pencipta.

Baca juga: Pesan Mendalam Sukarno dan Kisah Para Istrinya

Sekelumit lika-liku kehidupan mereka berdua

Suatu ketika dengan menaiki mobil sedan Bu Nyai Lilik Suyati mencari Gus Miek ke rumah salah seorang pengikutnya. Karena waktu itu Gus Miek berbulan-bulan tidak pulang untuk sekedar menjenguk anak istrinya, bahkan berkali-kali Bu Nyai menyuruh orang untuk mengantar suratnya, satupun tidak ada yang dibalas oleh Gus Miek. Sebagai seorang istri dan sebagai manusia biasa, Bu Nyai ada perasaan marah dan jengkel kepada suaminya.

Apabila nanti bertemu dengan Gus Miek, Bu Nyai Lilik telah menyiapkan kata-kata untuk memarahinya karena surat suratnya tidak ada yang dibalas.

“Aku kalau sudah menerima suratmu jadi lupa segalanya,” jawab Gus Miek.

Gus Miek kala itu pun meminta agar Bu Nyai pulang terlebih dahulu. Akan tetapi Bu Nyai tetap meminta Gus Miek untuk pulang, dan Gus Miek bilang kalau sedang tidak mempunyai uang.

Bu Nyai akhirnya pulang lebih dulu, dan sebelum pulang Bu Nyai sempat memberi uang untuk ongkos pulang Gus Miek.

Besoknya dengan diikuti salah seorang pengikutnya Gus Miek pulang menjenguk anak dan istri yang telah berbulan bulan ditinggalkan untuk berdakwah.

Itulah sekelumit cerita cinta suci Gus Miek dan Bu Nyai Lilik yang sangat luar biasa. Semoga beliau berdua di alam kubur dipertemukan kembali dan menjadi pasangan di akhirat kelak. Dan semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah cita beliau berdua. (*)

Penulis: Moh Iqbal