di , ,

Workshop dan Training Islam Nusantara Kembali Digelar LTN-NU Jatim

Workshop dan Training Islam Nusantara Kembali Digelar LTN-NU Jatim
Para pengurus Lembaga Ta'lif Wa Nasyr PWNU Jatim bersama Gus Nadirsyah Hosen

Pasuruan – Dalam rangka meneguhkan Islam Nusantara yang digagas Muktamar NU ke 33 di Jombang, Lembaga Ta’lif Wa Nasyr Jawa Timur (LTN NU Jatim) kembali menggelar Workshop dan Training Islam Nusantara bertaraf internasional dengan tema ”Cetak Biru Kajian Islam Nusantara dalam Teks dan Konteks”.

Acara yang digelar di Universitas Yudharta Pasuruan ini merupakan yang ketiga kalinya. Dan dalam kesempatan kali ini acara tersebut langsung dibuka oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj pada Rabu, 25 September s/d 27 September 2019.

Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa Islam Nusantara tidak sama dengan Islam Arab sebab Islam di bumi Nusantara mempunyai karakter yang tidak bisa dipisahkan antara Islam dan nasionalisme atau kebangsaan di Indonesia. Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), telah membuktikan kalangan pesantren dan umat Islam secara luas turut memberikan andil yang besar.

Kegiatan yang menghadirkan Kiai Said ini merupakan pembuka dari rangkaian the 3rd International Workshop and Training on Islam Nusantara Research Methodology.

Baca juga: PWNU Jatim: Sahnya RUU Pesantren Bukti Negara Mengakui Eksistensi Pesantren

Target yang diharapkan dengan adanya kegitan workshop adalah:

  1. Adanya cetak biru pengembangan kajian Islam Nusantara
  2. Peserta memiliki kesadaran literasi Islam Nusantara berbasis pada manuskrip
  3. Menguatnya jaringan peneliti-penulis yang concern pada kajian Islam Nusantara
  4. Bertambahnya referensi yang dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan kajian Islam Nusantara berdasarkan hasil penelitian terbaru.

Tujuan dan Misi

Merumuskan arah pengembangan kajian Islam Nusantara pada tataran akademisi ilmiah;

Membangun kesadaran literasi Islam Nusantara berbasis pada manuskrip;

Membangun jaringan peneliti-penulis yang concern pada kajian Islam Nusantara;

Mengkonsolidir para intelektual untuk membuat gerakan bersama dalam memben- dung Islam radikal melalui spirit literasi Islam Nusantara. (Mus)

BAGAIMANA MENURUT KAMU?