Gus Dur dan Nama Papua

oleh -
Gus Dur dan Nama Papu
Gus Dur akan selalu dikenang oleh masyarakat Papua, sebab dialah sosok yang mampu mengembalikan jati diri mereka dari nama Irian Jaya menjadi nama kebanggaan mereka yaitu Papua.

Mungkin santri milenial banyak yang belum tahu kalau nama Papua adalah pemberian kembali yang dilakukan Gus Dur kepada masyarakat yang kala itu bernama Irian Jaya. Konon dalam beberapa literatur, Papua sebenarnya memang nama asli masyarakat Papua sebagaimana hari ini, namun ada yang mengganti menjadi Irian Jaya yang kemudian diganti lagi oleh Gus Dur menjadi Papua.

Cikal bakal Gus Dur memberi nama Papua untuk Irian Jaya.

Konon kala Gus Dur sudah sah jadi Presiden Republik Indonesia pada tahun 1999 beliau berkunjung ke Papua dimana kala itu bernama Irian Jaya.

Sebagaimana yang diceritakan santri Gus Dur asal Kudus, Nuruddin Hidayat dalam wawancaranya bersama media NU Online Senin (19/8/2019) mengatakan, pada tanggal 30 Desember 1999 atau tepatnya 2 bulan 10 hari setelah dilantik menjadi presiden, Gus Dur berkunjung ke Papua (saat itu Irian Jaya).

Katanya kala itu, kunjungan Gus Dur ke Papua ada dua tujuan. Yang pertama untuk berdialog bersama beberapa elemen masyarakat di Papua. Sementara yang kedua adalah untuk melihat matahari terbit.

Dalam pertemuan dengan berbagai elemen yang digelar pada 30 Desember 1999 jam 20.00 waktu setempat bertempat di gedung pertemuan Gubernuran di Jayapura. Kala itu yang datang dalam pertemuan tersebut banyak sekali sekitar 5000-an lebih karena penjagaan tidak ketat.

Gus Dur kemudian meminta agar mereka berbicara terlebih dulu. Kemudian muncul suara dengan sangat keras dengan tuntutan merdeka dan tidak mempercayai lagi pemerintah Indonesia hingga ada juga yang memuji namun dengan beragam tuntutan.

Akhirnya tibalah giliran Gus Dur merespons mereka. Banyak hal yang ditanggapi Gus Dur, namun yang terpenting adalah ini, Gus Dur mengatakan:

“Saya akan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua”. Karena kata Gus Dur, “pertama, nama Irian itu jelek.” “Kata itu berasal dari bahasa Arab yang artinya telanjang. Dulu ketika orang-orang Arab datang ke pulau ini, menemukan masyarakatnya masih telanjang, sehingga disebut Irian.”

Lalu, Gus Dur melanjutkan pembicaraannya, “kedua, dalam tradisi orang Jawa kalau memiliki anak sakit-sakitan, sang anak akan diganti namanya supaya sembuh. Biasanya sih namanya Slamet, tapi saya sekarang ganti Irian Jaya menjadi Papua.”

Baca juga: Berkat Logo NU dan Foto Gus Dur, Pesantren di Papua Tak Dihancurkan

Aku Bangga Jadi Orang Papua

Sementara kata Papu memiliki arti yangberagama ada yang mengartikan Papua itu kata Melayu “pua-pua” yang artinya “keriting” (Stirling, 1943 dalam Koentjaraningrat, 1994). Malah ada yang mengartikan lebih seram lagi yaitu “Daerah hitam tempat perbudakan” (Subandrio, 2000 dalam Kompas, 19 Juni 2000). Namun Papu warga Papua bangga dengan dengan nama itu.

Mirip dengan kepercayaan Koreri pada suku Biak yang dikenal dengan Cargo Cult. Keyakinan akan datangnya zaman kebahagiaan. Bahwa kekayaan alam Papua sebagai sumber kebahagiaan telah dibawa oleh “orang asing”. Diharapkan mahluk suci bernama Mansren Nanggi sosok yang sering disebut Tuan Langit ini pada suatu saat akan membawa harta kekayaan kembali ke Tanah Papua.

Kata Papua memiliki nilai-nilai “semangat”, “perjuangan”, “kerja keras”, dan “jati diri” orang Papua untuk meraih masa depan yang penuh damai, sejahtera dan kemandirian.

Cintanya kepada Papua terungkap dalam lantunan Edo Kondologit dalam lagu “Aku Papua”:

Hitam kulit keriting rambut, aku Papua… Biar nanti langit terbelah, aku Papua… Tanah Papua tanah leluhur, di sana aku lahir… Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil yang turun ke bumi.

Rupanya orang Papu begitu bangga dengan nama Papua sehingga Gus Dur dijadikan sebagai Bapak Orang Papua. Sebenarnya masih banyak cerita tentang kenangan Gus Dur bersama dengan orang Papua. (*)

Penulis: Mufti Ali