Semua Sekolah Sudah Favorit, Titik

oleh -
Semua Sekolah Sudah Favorit, Titik

SantriNow | Selama ini kau dibodohi orang-orang yang hanya mementingkan label saja, padahal belum tentu sekolahan teresebut benar-benar memiliki cita rasa yang favorit. Kau bilang, “buat apa anak saya ikut les, privat demi dapat nilai tinggi kalau ujung-ujungnya tidak dapat masuk di sekolah favorit?”. “Kalau anak saya tidak diterima di sekolah favorit mau jadi apa nantinya?”.

Kata-kata itu saja anda sudah salah dalam menanamkan niat hanya demi sekolah favorit. Karena hakikat belajar bukan untuk dapat meteri melainkan untuk menghilangkan kebodohan diri sendiri dan orang lain.  

Mungkin anda sudah kerasukan setan gentayangan yang bernama “favorit”. Padahal belum tentu yang kau bilang sebagai sekolah favorit menghasilkan anak didik yang juga favorit. Ya mungkin hanya menang gengsi saja, atau cari nama saja karena bersekolah di tempat yang kau anggap sebagai sekolahan favorit.

Yang menentukan anak anda jadi favorit, pada dasarnya bukan sekolah, karena sekolah dimana-mana sama. Sama bikin siswanya pusing karena begitu banyak pelajaran yang harus dipelajari, padahal cara yang begitu tidak baik untuk anak.

Yang menjadikan putra-putri anda favorit kalau dia rajin belajar dan pantang menyerah dan suka tantangan yang positif. Kalau anak anda suka kelahi, tauran, minum-minuman, merokok, suka bolos dan semacamnya, buat apa. Buang saja ke tong sampah. Hehehe

Mungkin anda kesal menbaca tulisan ini, tidak apa-apa. Namun yang perlu penulis katakan di sini adalah yang menentukan anak anda bukan sekolah tapi dia sendiri sebagai manusia. Artinya dialah yang menentukan sekolahnya jadi favorit atau tidak bukan sekolah. Karena sekolah di mana-mana sudah favorit, tinggal muridnya saja, favorit atau tidak.

Baca juga: Kiat Santri Sukses Menempuh Pendidikan di Pesantren

Tiga faktor yang menjadikan anak favorit

Setidaknya ada tiga faktor yang membuat anak anda sukses atau jadi favorit di sekolahnya. Yang pertama dia rajin belajar dan suka bergaul dengan siapa pun, sering juara di kelas dan mau bersaing dengan teman lainnya. Kedua tenaga pendidiknya. Dia juga harus hadir sebagai pendidik yang sesungguhnya bukan hanya masuk karena absen yang ujung-ujungnya adalah fulus. Yang ketiga adalah diri anda sendiri sebagai orang tua. Anda sebagai orang tua harus mengontrol pendidikan anak jangan dibiarkan dia merana sendiri. Buat apa dia sekolah di tempat yang anda katakan sekolah favorit kalau anda sendiri tidak peduli terhadap anaknya sendiri, percuma.

Ketiga-tiganya ini harus saling melengkapi yakni murid, guru, dan orang tuanya sendiri. Anda jangan khawatir tentang masa depan anak kerena tidak sekolah di tempat yang favorit. Karena kalau anda memang orang tua yang peduli kepada anak, insyaallah dimana pun dia belajar akan jadi anak yang soleh atau solehah. Itu saja. (*)  

Penulis: Herman