di ,

KH Ma’ruf Khozin: Dakwah Beda Mazhab Bukan Beda Agama

KH Ma'ruf Khozin: Dakwah Beda Mazhab Bukan Beda Agama
Gambar: Editing

Surabaya – Tanggapan KH Ma’ruf Khozin terkait pembubaran Ustadz Firanda saat berceramah di Masjid Al-Fitra Banda Ace karena diduga ceramahnya cenderung berbau wahabi.

Sebenarnya tanggapan ini tidak langsung kepada pembubaran tersebut melainkan menanggapi warganet di twitter yang menyatakan kalau pembubaran tersebut tidak benar.

Akun twitter tersebut menayatakan bahwa dulu Rasulullah saat menyebarkan Islam sering mendapat penolakan dari beberapa kalangan.

https://twitter.com/UB_CintaSunnah/status/1139320631118352385

Dari sinilah KH Ma’ruf Khozin meluruskan terkait cuitan itu. Menurut beliau begini:

Baca ini: Terindikasi Berpaham Wahabi, Pengajian Ustadz Firanda Dibubarkan Masyarakat Aceh

Muhammad Putra Qadli Abu Ya’la berkata bahwa ada seseorang yang ingin belajar ilmu fikih kepada Ayahnya. Qadli Abu Ya’la berkata:

ﺃﻧﺖ ﺷﺎﻓﻌﻲ، ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻠﺪﻙ ﺷﺎﻓﻌﻴﺔ، ﻓﻜﻴﻒ ﺗﺸﺘﻐﻞ ﺑﻤﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ؟

“Kau bermadzab Syafi’i, warga negaramu juga pengikut Syafi’i. Mengapa kau ingin belajar Madzhab Hambali?”

Pemuda itu menjawab:

ﻗﺎﻝ: ﻗﺪ ﺃﺣﺒﺒﺘﻪ ﻷﺟﻠﻚ

“Saya senang Madzhab Hambali karena saya senang pada Anda”

Qadli Abu Ya’la berkata:

ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﺼﻠﺤﺔ. ﺗﺒﻘﻰ ﻭﺣﺪﻙ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﻙ ﻣﺎ ﻟﻚ ﻣﻦ ﺗﺬاﻛﺮﻩ، ﻭﻻ ﺗﺬﻛﺮ ﻟﻪ ﺩﺭﺳﺎ، ﻭﺗﻘﻊ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﺧﺼﻮﻣﺎﺕ، ﻭﺃﻧﺖ ﻭﺣﻴﺪ ﻻ ﻳﻄﻴﺐ ﻋﻴﺸﻚ

“Wahai anakku, itu tidak baik. Kau akan menyendiri di daerahmu, tidak ada yang bisa diajak belajar denganmu. Kau akan mengalami permusuhan sementara kau seorang ini. Hidupmu tidak akan baik”

Kemudian Qadli Abu Ya’la ini mengantarkan pemuda tersebut kepada Syekh Abu Ishaq yang bermadzab Syafi’i

Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Tarikh Al-Islam 32/157

Duhai para pendakwah Salafi wa man intasaba ilaihim, Aceh adalah Serambi Mekkah, ratusan tahun saudara kami di sana telah menjalankan syari’ah Islam dengan pemahaman 4 Madzhab, sama seperti kami di Nahdlatul Ulama.

Jika dakwah Anda di sana ditolak dan dihalangi bukan karena anda sama seperti Nabi yang hendak dakwah Islam kepada Kaum Musyrikin. Jika begitu pergilah ke negara yang belum didatangi pendakwah Islam.

Madzhab kita memang beda, tetapi cara dakwah Anda yang sering mengklaim syirik, bid’ah dan seterusnya beresiko mendapat penolakan. Lalu mengklaim ini sebagai ujian dakwah?

Baca juga: Ceramah KH Ma’ruf Khozin Tentang Keistimewaan Alquran di Dunia, di Alam Kubur dan di Akhirat

Semoga tulisan ini membantu memberikan pemahaman kepada pembaca. (*)

Penulis: Muhammad Suaib

Editor: Muweil

BAGAIMANA MENURUT KAMU?