Ini Sosok Kekasih Tuhan yang Sering Terlupakan

oleh -
Ini Sosok Kekasih Tuhan yang Sering Terlupakan

SantriNow | Kalau sudah tau bahwa dia adalah kekasih Tuhan tidak ada yang aneh bila manusia menghormati keberadaannya. Tapi bagaimana bila ada kekasih tuhan tapi orang menyangka dia bukan siapa-siapa? Nah ini yang akan kami tulis, sosok misterius yang doanya selalu didengar tuhan dan pasti kabul.

Penulis sarankan, pembaca jangan sampai menyia-nyiakan keberadaannya. Mintalah doa, dan ridhonya.

Sosok ini bisa dibilang misterius karena memang kedudukannya penuh misteri. Manusia jenis ini amat mulia di sisi tuhan, bahkan dalam urusan tertentu tuhan menjadikan sosok ini sebagai pintu masuk utama bagi hambanya yang mencari kemuliaan dunia dan akhirat. Dan sosok ini juga tak terbendung oleh sekat agama, dia bebas mau beragama apa pun.

Seandainya orang menyadiri dan sadar akan kedudukannya niscaya mereka akan melakukan apa saja yang diperintahkan selama tidak melanggar aturan tuhan. Dialah kekasih tuhan yang sering terlupakan.

Baca juga: Anda Anggap Rasulullah Manusia Biasa?

Mengapa sosok misterius itu dapat predikat sebagai kekasih Tuah?

Karena dia sosok pejuang tanpa pamrih, namun perjuangannya sering kali dianggap remeh. Padahal perjuangannya tidaklah mudah bahkan seandainya dia mati dalam peristiwa itu, dia akan mati syahid. Siapakah dia, dia adalah ibumu. Ia benar, dia adalah perempuan yang sudah mengandungmu selama 9 bulan kemudian menyusuimu selama 2 tahun. Bila kamu bangun di malam hari lalu menangis, dialah orang yang akan selalu setia berada di sisimu untuk menghiburmu hingga tertidur. Tak heran bila derajatnya diangkat oleh tuhan sebagai kekasihnya, khususnya terkait kedudukan seorang ibu di hadapan anak-anaknya.   

Ada cerita dari seorang pengusaha yang pernah ditanya tentang rahasianya hingga bisa sukses seperti hari ini. Jawabannya sungguh tak terduga. Ia tidak menjawab kerja keras dan disiplin, bukan juga karena butuh banyak kenalan atau pengalaman, bukan pula karena jenjang pendidikan yang tinggi. Lalu apa rahasianya?

Ia menjawab, kesuksesannya itu diraih karena ia menjadikan orang tua sebagai raja. Ia percaya dengan bersikap demikian, maka rezeki yang didapat pun akan melimpah bak kekayaan seorang raja. Orang tua adalah hal yang berharga yang sangat penting dalam kehidupannya.

Maka tak berlebihan bila seorang bijak berkata,“You educate a man; you educate a man. You educate a woman; you educate a generation.” Jika engkau mendidik seorang lelaki maka engkau mendidik seorang lelaki. Ketika kamu mendidik seorang perempuan, maka kamu mendidik satu generasi.

Presiden Amerika pertama, George Washington,  menyatakan, “Ibu saya adalah orang yang paling indah. Apapun yang saya capai saat ini saya berhutang padanya. Segala kemampuan, intelektual, dan peran yang saya curahkan, semua berasal darinya.” Washington kini dikenal sebagai peletak dasar Amerika dan cikal bakal perubahan dunia, salah satu pemimpin paling bijak dalam sejarah, menolak kesempatan menjadi pemimpin seumur hidup, berperan mengubah generasi. Dan semua bermula dari ibunya.

Bahkan Rasulullah yang merupakan sosok manusia paling sempurna masih meggelar sorbanNya untuk perempuan yang berana Halimatussa’diyah.

Selama empat tahun Rasulullah SAW bersama Halimah. Halimah itu orang miskin, seperti Siti Aminah yang juga miskin. Tapi semenjak dapat anak angkat Rasulullah, rezkinya berlimpah.

Ketika Rasulullah sudah berpisah dengan Halimah, sudah lama tidak berjumpa, tiba-tiba ketika umur Rasulullah SAW 40 tahun, terdengarlah berita oleh Halimah, kalau anak susuannya menjadi rasul.

Untuk itu Halimah ingin sekali bertemu dengan sang anak susuannya tersebut, namun untuk berjumpa dengan Rasulullah SAW begitu susah. Halimah memeluk Islam di tangan orang lain dan bukan di tangan Rasulullah SAW.

Suatu ketika Halimah dapat kesempatan untuk berjumpa dengan Rasulullah SAW, yaitu saat Nabi sedang membagikan daging di daerah Ji’ranah. Ada seorang perempuan datang dan mendekat. Dan Nabi saw. pun bergegas menggelar selendangNya di tanah (mempersilahkanNya duduk). Perempuan itu kemudian duduk di atas selendang tersebut, yang ternyata pemepuan itu adalah Halimatussa’diyah.

Nabi saw. sungguh memuliakan ibu asuhnya tersebut. Menggelar selendang yang beliau pakai biasanya hanya dilakukan orang-orang Arab untuk memuliakan tamu yang agung dan terhormat. Nabi saw. justru melakukannya untuk orang yang dilupakan masyarakat Arab saat itu, yakni sosok perempuan miskin yang bernama Halimatus Sa’diyah. Mari belajarlah dari mereka (*)

Penulis: Muwafiq

Editor: Muweil