Sebait Sholawat Sang Kyai

oleh -
Sebait Sholawat Sang Kyai

Setelah kembali dari medan perang, dia kembali ke pondoknya. Ternyata Kyai yang dulu sehat, sekarang telah sakit keras  di atas tempat tidur karna penyakit stroke yang mendera.

“Assalamualaikum, apakah Yai baik-baik saja?” Tanya dia kepada salah satu santri,

“Waalaikumsalam, beliau sekarang terbaring lemah karena sakitnya yang bertambah parah” Jawab santri itu,

“Sekarang Yai dimana?” Tanya dia lagi kepada santri itu,

“Beliau di kamarnya” Jawab santri itu.

Setelah dapat kabar seperti itu, dia segera lari menuju kamar sang Yai, ternyata di sana telah banyak para santri di sekeliling Kyai yang lemah diatas tempat tidur.

“Yai, kenapa kyai bisa seperti ini?” Ucapnya sambil memeluk sang Kyai,

“Jangan tinggalkan aku Yai, aku masih butuh bimbinganmu” Lanjutnya sambil derasnya air mata yang jatuh dari matanya.

Setelah itu dia membacakan Sholawat Mahalul Qiyam untuk sang Kyai yang kini terbaring lemah dan berjuang untuk hidup diatas sakitnya yang parah.

“Yai dengarkanlah sholawat ini, sholawat ini akan menenangkan hati Yai.. Ya nabi sallam alaika, Ya rossul salam alaika, Ya habib salam alaika, sholawatullah alaika, Asyrokol badru alaina, Fah tafat minhul buduuru, Mitsla husni maa roaina, Qothu ya wajhas sururi..” Dia membacakan sholawat untuk kyainya, dengan terisak-isak karena menangis melihat keadaan sang Kyiai.

Belum selesai dia membacakan sholawat tersebut, sang Kyai menghembuskan nafas terakhirnya. Para santri menangis tersedu sedu melihat beliau meninggal dunia, seketika itu awan mulai mendung dan tumbuhan-tumbuhan seakan menjadi layu karena kepergian sang Kyai. “Yai… Jangan  tinggalkan kami! Kami masih butuh bimbingan dari Yai..” Teriaknya dengan keras sambil tak henti-hentinya air mata itu menetes. (*)