Sebait Sholawat Sang Kyai

oleh -
Sebait Sholawat Sang Kyai

Saat yang dia tunggu telah tiba, dia lolos untuk menjadi prajurit TNI. Di markas TNI dia di didik dan di gembleng dengan keras,sebenarnya dia pernah  putus asa, tapi saat dia ingat tentang pengorbanan orang tuanya, semangatnya kembali membara untuk menjadi prajurit TNI.

Berbulan-bulan dia telah meneladani pendidikan Akmil, setelah itu dia lulus dan mendapatkan pangkat bintang dua. 

 Seminggu kemudian dia dikirim untuk mengikuti perang, baju loreng serta senapan mesin menjadi tamengnya.

Setelah sampai dimedan perang, dia membaca basmalah sebelum melawan para penjajah. Banyak temanya yang gugur dimedan perang, dan tersisa empat orang, yaitu dia dan tiga temanya. Dua temanya telah tertembak lagi, kini tinggal dia dan satu temanya yang masih bertahan. Sudah dua belas jam mereka berperang dan bertahan hidup, tangan kiri temanya telah tertembak timah panas, tapi alhamdulillah mereka berdua menang dan dia tidak terluka sedikitpun.

“Kamu kok bisa tidak terluka seperti ini?” Tanya temanya,

“Aku seperti ini, karena dalam hatiku saat berperang, aku membaca sholawat Mahalul Qiyam yang aku tujukan kepada kyaiku” Jawabnya dengan tegas,

“Ternyata kamu sangat cinta dan patuh kepada Kyaimu ya..” Sahut temanya,

“Iya, karna beliau lah yang telah mendidik ku hingga seperti ini” Jawabnya dengan meneteskan air mata.

***