Sebait Sholawat Sang Kyai

oleh -
Sebait Sholawat Sang Kyai

Dua bulan telah berlalu…

Dibalik kerjaanya merawat sapi itu, dia menghafal sebuah sholawat,  yang tak lain sholawat tersebut adalah sholawat Mahalul Qiyam. Dan ternyata dibenaknya, dia mempunyai keinginan untuk menjadi seorang prajurit TNI, untuk menjaga keutuhan negara, serta ingin mempunyai keberanian seperti kedua orang tuanya saat melawan penjajah. Karena ayahnya adalah seorang TNI.

“Yai, ajari saya membaca Al-Qur’an..” Ungkap dia sambil meneteskan air mata,

“Sudah saya bilang kamu tidak akan bisa nak, kamu terlalu bodoh nak! Lebih baik kamu merawat sapi itu lagi” Jawab  sang Kyai dengan murkanya,

“Baiklah Yai” Jawab dia sambil meninggalkan Kyai itu dengan perasaan yang sedih.

Setelah beberapa hari, dia berpamitan kepada sang Kyai untuk mendaftarkan diri sebagai prajurit TNI.

“Assalamualaikum Yai” Sapa dia kepada Sang Kyai,

“waalaikumsalam, ada apa lagi?” Jawab Kyai itu,

“Saya hanya ingin berpamitan Yai, saya mau mendaftarkan diri untuk menjadi prajurit TNI” Sahutnya dengan air mata yang berlinang di pipinya,

“Subhanallah nak, semoga kamu bisa selamat di medan perang, jangan lupakan Yai ya nak” Jawab Kyai dengan air mata ya jatuh,

“Iya Yai, saya tidak akan melupakan Yai” Jawabnya,

“Saya dengar kamu mencoba menghafal Sholawat Mahalul Qiyam ya nak, apakah benar?” Ungkap Kyai dengan tersenyum walau air mata masih menetes,

“Alhamdulillah, iya Yai..” Sahutnya dengan tersenyum,

“Ingat dan selalu bacalah sholawat itu nak, sholawat itu adalah salah satu sholawat yang Kyai Amalkan ” Jawab kyai dan air matanya semakin deras,

“Iya yai, pasti akan saya ingat selalu sholawat tersebut” Sahutnya dengan tersenyum,

“Ya sudah Yai, saya berangkat dulu, Assalamualaikum..” Salam perpisahan dari beliau,

“Waalaikumsalam nak” Jawab Yai itu sambil mengikuti dia sampai keluar gerbang pondok pesantren.

Baca juga: Naskah Drama Santri Zaman Now “Santri Macho vs Preman Lebay”

***