Keilmuan Gus Baha’ Santri Mbah Moen Zubair Sarang Diakui Prof. Quraish Shihab

oleh -
Keilmuan Gus Baha' Santri Mbah Moen Zubair Sarang Dapat Komentar Prof. Quraish Shihab
Gambar: Gus bahauddin

[starbox id = “Reader”]

SantriNow | Keilmuan Gus Baha’ atau nama aslinya Ahmad Bahauddin Nursalim ini terbukti luar bisa, sebagaimana beberapa video pengajian-nya yang tersebar di youtube, halaman facebook, twitter dan tak ketinggalan instagaram. Bukan hanya itu, kealiman beliau juga diakui oleh gurunya sendiri KH Maimoen Zubair Sarang. Tak ketinggalan pakar tafsir negeri ini sekalingus muallif dari Tafsir Al-Mishbah Prof. Quraish Shihab juga ikut berkomentar.

Siapa sebernarnya Gus Baha’ itu, dimana dia nyantri dan belajar ilmu agama? Mari belah dulu profil beliau secara cermat dan cerdas.

Silsilah Keluarga

KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau populer dengan sebutan Gus Baha’ merupakan putra seorang ulama’ ahli Qur’an KH. Nursalim Al-Hafizh asal Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah.

Gus Baha’ dilihat dari silsilah ayahnya yakni KH. Nursalim, santri dari KH. Arwani Al-Hafizh Kudus dan KH. Abdullah Salam Al-Hafizh Pati ini memang dikenal dengan ulama-ulama ahli Alquran. Sementara silsilah dari keluarga ibunya, beliau adalah keluarga besar ulama’ Lasem, Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu yang makamnya ada di area Masjid Jami’ Lasem, Jawa Tengah.

Pendidikan Gus Baha’

Pernah pada sebuah kesempatan, Prof. Quraisy Syihab berkata : “Sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail Al-Qur’an hingga detail-detail fiqh yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur’an seperti Pak Baha’.

“KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha’ adalah putra seorang ulama’ ahli Qur’an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, sebuah desa di pesisir utara pulau jawa.

Pendidikan

Saat masih kecil Gus Baha’ sudah menghafal Alquran kepada ayahnya sendiri. Karenanya, saat usia beliau masih sangat belia, telah mengkhatamkan Al-Qur’an beserta Qiro’ahnya dengan lisensi yang ketat dari ayahnya.

Saat usinya mulai remaja, Gus Baha’ dimondokkan oleh ayahnya ke Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, sekitar 10 km arah timur Narukan di bawah asuhan langsung Ulama Besar yaitu KH. Maimoen Zubair.

Saat di Pesantren Al Anwar inil, Gus Baha’ dikenal sangat menonjul dalam fan-fan ilmu Syari’at seperti Fiqih, Hadits dan Tafsir.

Sehingga semasa di Sarang beliau dapat amanah di bidang keilmiahan seperti Rois Fathul Mu’in dan Ketua Ma’arif di jajaran kepengurusan PP. Al Anwar. Bukan hanya itu, saat masih di Al-Anwar, beliau juga sudah khatam hafalan Shohih Muslim lengkap dengan matan, rowi dan sanadnya. Ditambah lagi, beliau juga mengkhatam hafalan kitab Fathul Mu’in dan kitab-kitab gramatika arab seperti ‘Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.

Baca juga: Biografi Singkat Dua Tokoh Madzhab Fiqih Terkemuka