di ,

Ilmu Kompetisi Bukan Matematika, Kalah-Menang Biasa Aja Keles

Ilmu Kompetisi Bukan Matematika, Kalah-Menang Biasa Aja Keles

SantriNow | Kalah-menang dalam sebuah kompetisi itu sudah biasa. Jadi tidak perlu mencari kambing hitam karena dirinya kalah. Terima saja dengan lapang dada. Ingat, dalam ilmu kompetisi tidak sama dengan ilmu matematika dimana 1 + 1 = 2.

Sekali lagi, kalah-menang dalam kompetisi itu wajar. Kalau Anda mau menang sendiri itu ciri khas anak kecil. Tahu kan anak kecil saat main kelereng kemudian kalah. Dia akan berontak, kalau perlu bertengkar.

Kalau anak kecil yang berontak karena tidak mau kalah itu wajar. Tapi kalau orang tua yang berontak tidak mau menerima kekalahan itu namanya orang tua yang memperbesar kemaluannya sendiri.

Mengapa ada orang di planet bumi ini yang memiliki watak tidak mau kalah alias ingin menang sendiri?

Baca juga: Sikap Islam Rasulullah

Simak penjelasannya dari Ust. Qukut

Dalam pandangan islam, sifat ingin menang sendiri itu sama dengan sifat tidak mau kalah (egois). Biasanya orang yang memiliki watak egois cenderung otoriter, sombong, dan tidak kenal kompromi. Semuanya harus ada di bawah bulu ketiak nya, yang harus tunduk pada keinginannya.

Watak seperti ini dalam bahasa Alquran dikenal dengan watak kaum Firaun. Sebagaimana dalam surat Al-imron:

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَاللّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Sebagaimana halnya kaum Firaun dan kaum-kaum Sebelum mereka, mereka mendustakan ayat-ayat Kami, karena itu Allah menyiksa mereka akibat dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksanya.

Kaum Firaun dan kaum-kaum sebelum mereka meng-ingkari kekuasaan Allah yang tertinggi. Setiap akibat memiliki sebab, dan akibat ini secara bergiliran menjadi sebab bagi akibat lain. Pengalaman hidup saling berhubungan satu sama lain dalam sebuah jaring kerja. Penyimpangan dan kekafiran umat-umat itu dan penyalahgunaan kekuasa-an serta kekayaan yang mereka miliki mengakibatkan bencana. Ketekunan mereka hanya diarahkan untuk tujuan mengejar kekayaan materi semata, dan meskipun tingkat teknologi mereka sangat tinggi, namun hal itu tidaklah menyelamatkan mereka: mereka kehilangan teknologi batin berupa pencerahan spiritual.

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Katakan kepada orang-orang kafir: “Kalian akan dikalahkan dan akan digiring ke neraka.” Dan itulah tempat persinggahan yang paling buruk.

Katakan kepada orang-orang kafir bahwa Allah meliputi, menguasai, dan mengontrol segala sesuatu, bahwa jika mereka tidak menjalani kehidupan yang akan mengarah pada pengakuan kebenaran, mereka akan merasakan azab dan kepedihan api neraka. Tak ada tempat istirahat di sana, itulah gambaran neraka. Mereka yang belum sadar ketika hidup di dunia akan sadar pada Hari Pembalasan.

Pesan moral

Orang yang kalah dalam kompetisi dan mengakuinya, dialah orang lurus sesuai perintah agama dan negara. Orang yang berontak karena kalah dialah pengikut Firaun yang hatinya keras. Karenanya terimalah kekalahan dengan lapang dada. Yang menang tak perlu berlebihan dalam merayakan kemenangannya. (*)

BAGAIMANA MENURUT KAMU?