di , ,

Tahlilan dan Bid’ah

Mendengar kebingungan ayahku itu aku berpikir saat inilah waktu yang tepat untuk menjelaskan apa itu tahlilan. “Maaf yah, tahlil itu tidak seperti yang ayah katakan. Tahlil merupakan gabungan dari beberapa ayat Alquran yang dibaca loncat-loncat. seperti sahabat nabi yang ku kisahkan. Selain itu juga ada zikir dan sholawat. Sudah itu saja tahlilan,” kataku menjelaskan dengan harapan orang tuaku bisa memakluminya.

“Kalau seperti itu sih ayah gak masalah. Tapi kata teman ayah bukan seperti itu. Aslinya ayah juga merasa aneh saja dengan teman ayah di WA itu. Iya sih kata-katanya enak, mudah dipahami. Tapi itu tidak selaras dengan kelakuannya di story WA,” balas ayahku.

“Kalau begitu yah, keluar saja dari grup itu. Ayah ikut saya ke kiai agar ideologi yang didoktrin teman ayah bisa dihilangkan,” tawarku yang disusul dengan persetujuan kedua orang tuaku.

Ditemani cahaya bulan yang bersinar terang di langit hitam, aku, ayahku, dan ibuku larut dalam tahlilan malam itu. Diam-diam hatiku membatin, apakah ini yang namanya hidayah? Datang dari segala arah yang tak terduga. Apakah ini hasil doaku selama enam tahun di pondok pesantren? Subhanallah. (*)

Tentang penulis

Muhammad Miqdadul Anam namnya. Biasa dipanggil Miqdad, Dadul dan Anam. Tak pernah sekalipun dipanggil Muhammad. Tinggal sejak kecil di tanah kelahirannya, Pasuruan kota santri. Ia merupakan santri Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo sejak lima tahun lalu. Masih belum boleh ikut pilpres, saat ini ia menyibukkan diri sebagai anggota komunitas penulis Lingkar Pesantren

BAGAIMANA MENURUT KAMU?