Selembar Kerudung dan Senandung Cadar dalam Mata Lelaki Cina

oleh -
Selembar Kerudung dan Senandung Cadar dalam Mata Lelaki Cina
Gambar: ilustrasi

Detik demi detik melampaui porosnya. Hawa malam semakin menusuk rahang wajah seorang lelaki berkulit sawo matang. Ia masih mengawasi jalanan yang tampak suram dengan lampu jalan yang cukup redup. Lelaki berpeci putih tersebut tampak mengawasi gps di handponenya. Mobil Avanzanya tampak menelusuri lorong-lorong jalan yang semakin kosong sebab pinggan gelas waktu yang hampir habis melewati masanya. Bulan masih menggelantung seiring cahaya kemuningnya yang tak asing. Laju rodanya berputar seiring dengan ketukan detik jam tangan yang melekat di tangan kiri lelaki bermata bulat itu. Pepohonan itu melewati mobil yang ia kendarai. Ia menghembuskan napas lega secara perlahan tatkala ia menghentikan mobilnya di depan toko kain.

Klining!…. Denting itu berbisik pada angin malam yang bisu. Seorang karyawan berujar.

“Malam.., ada yang bisa Wo bantu?”

“Saya ingin membeli kain untuk kerudung”. Ucapnya dengan tenang.

Peresmian toko dan gemercik darah