Kerinduan Fulan

oleh -
Kerinduan Fulan

‘’Assalamualaikum bu, ibu.’’ Ucapan salam Fulan sembari masuk rumah.

‘’Waalaikumsalam, eh Fulan kenapa nangis?’’ Tanya ibu Muslimah terkejut melihat anaknya menangis.

‘’Bapak sudah meninggal ya bu…?’’

‘’Akhirnya kamu tau juga nak, memang bapakmu sudah meninggal, beliau menjadi salah satu korban bom bunuh diri oleh orang yang mengatasnamakan dirinya jihad.’’ ibu Muslimah menjelaskan, dengan air mata berlinang dipipinya. Masih teringat di benaknya ketika Anshori, suami tercintanya dikabarkan menjadi salah satu korban bom bunuh diri dan meninggal dunia, ketika itu Fulan masih berusia 1 tahun.

‘’Mak, jadi bapak meninggal karena bom, bom bunuh diri yang mengatas namakan jihad islam itu maksudnya bagaimana?’’ Tanya Fulan dengan rasa penasarannya.                                                                                               

‘’Maaf nak mak tak sanggup menjawabnya, lebih baik kamu tanyakan pak yai,beliau tau mengenai hal ini!’’ perintah ibu Muslimah, yang tidak kuasa menjawabnya.                               

‘’Ya sudah mak Fulan ke masjid dulu semoga Pak Kyai masih di sana.’’ucap Fulan terbata bata dengan isak tangis.     

Sesampainya di masjid Fulan mendapati masjid dalam keadaan kosong, tapi di dalam masjid terlihat pak yai yang masih duduk-duduk.

‘’Assalamualaikum’’ Fulan mengucap salam seraya masuk masjid .

‘’Waalakumsalam eh Fulan ada apa ?’’ Tanya Pak Yai terkejut melihat Fulan kembali dengan berlinang air mata. 

‘’Pak Yai ternyata bapakku telah meninggal, seperti yang dikatakaan panjenengan tadi bahwa orang yang di surga itu orang yang sudah meninggal dunia, dari itu saya mulai faham mengapa bila setiap saya menanyakan tentang bapak saya, pasti ibu saya menjawab ‘’bapak mu disurga nak’’ itu artinya bapak saya telah meninggal.’’ Curahan  Fulan Mendengar hal itu pak yai menjelaskan.

Baca juga: Tahlilan dan Bid’ah

Gurunya pun tersenyum