Kerinduan Fulan

oleh -
Kerinduan Fulan

‘’Jangan pernah kau tinggalkan sholat ya nak, agar kau bisa bertemu bapakmu di surga kelak’’ Nasehat ibu muslimah.

Fulan mencium tangan ibunya

‘’Aku ke masjid dulu ya mak, asalamualaikum.’’ pamit fulan pada ibunya.

‘’Waalaikumussalam, hati hati ya nak.’’ Ibu Muslimah memandang anaknya dengan hati penuh ibu. Fulan selalu merindukan sosok seorang bapak, ia merasa iri pada temannya yang selalu diantar  bapaknya ke sekolah. Sungguh kerinduan ingin bertemu yang tak akan pernah bisa terwujud.

Fulan selalu pergi ke masjid untuk sholat berjamaah dilanjutkan mengaji bersama teman temannya dengan Pak Yai sebagai gurunya. Pada saat ngaji berlangsung Fulan bertanya pada Pak Yai .

‘’Pak saya mau Tanya, apa sih surga itu dan apakah Pak Yai pernah ke sana?’’

Mendengar hal itu Pak Yai terkejut. ‘’Memangnya ada apa Fulan?” Tanya Pak Yai yang masih bingung dengan pertanyaan Fulan.

‘’Jadi begini pak, Pak Yai kan rajin sholat, kata ibu orang yang rajin sholat bisa ke surga’’ jawab Fulan.

Pak Kyai yang di ajak bicara malah tersenyum kecil seraya menjawab ‘’Begini ya Fulan, surga itu tempat yang isimewa, tempat yang paling mulia, orang yang bisa ke surga adalah orang yang sudah meninggal dan di hisab atau ditimbang amalnya. Apabila berat amal baiknya dia bisa masuk surga tetapi sebaliknya jika berat amal keburukannya orang tersebut masuk neraka.’’ Penjelasan dari Pak Yai.

‘’Jadi bapakku sudah meninggal.’’ tanya Fulan terisak nangis. Pak Yai terdiam menatap Fulan .

‘’Pak Yai saya mau pulang dulu assalamualaikum.’’ dengan perkataan tersedak-sedak nangis Fulan berpamitan.

‘’Waalaikumsalam’’ jawaban Pak Yai dan teman-teman Fulan dengan rasa sedih melihat Fulan.

Baca juga: Santri Santun untuk Negeri

Nyatanya bapak Fulan sudah meninggal