di ,

Kasus Paket Soal USBN Garut Sudutkan Banser NU

Kasus Paket Soal USBN Garut Sudutkan NU, Banser

JABAR – Paket soal Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Garut sudutkan NU dan Banser viral di media sosial.

Dalam paket soal USBN Bahasa Indonesia tersebut tertulis sebagaimana gambar berikut ini:

Dalam gambar tersebut yang bisa kita baca dan jelas yaitu pada pilihan ganda: Teks 1 A. Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf. B. Anggota Banser NU telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam.

Teks 2 A. Permintaan agar Banser NU dibubarkan karena tidak berguna dan cendrung arogan. B. Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera.

Tanggapan Ansor Banser Jawa Barat

Akibat kejadian ini Barisan Ansor Serbaguna (Banser) kecam atas beredarnya paket ujian yang mencantumkan ‘Bubarkan Banser’ di dalam materi USBN Bahasa Indonesia tingkat SMP di Garut. Banser merasa dicemarkan nama baiknya.

Kami dari Barisan Ansor Serbaguna Jawa Barat mengecam keras para pembuat soal tersebut karena sudah jelas mendiskreditkan kita”, ungkap Kasatkorwil Banser Jawab Barat Yudi Nurcahyadi, sore (10/4/19).

Dalam soal USBN Bahasa Indonesia SMP itu mengutip insiden pembakaran bendera HTI yang dilakukan oknum Banser saat Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menurut Yudi, soal yang disebarkan itu sudah mencemarkan

Yudi menganggap soal tersebut mencemarkan nama baik Banser. Sebab, dia menegaskan, permasalahan pembakaran bendera sudah diselesaikan oleh pihak berwajib.

“Permasalahan tersebut secara hukum telah inkrah, bahwa anggota Banser tidak bersalah, karena itu jelas-jelas bendera HTI yang dilarang di Indonesia. Ketika masalah ini diungkit, ini jadi multitafsir terhadap anak didik yang mendapat soal tersebut,” tutur Yudi.

Pihaknya berharap Bupati Garut bersikap tegas kepada Disdik berkaitan masalah tersebut. “Kita tuntut Bupati Garut untuk mencopot Kadisdik Garut dan juga tim pembuat soal untuk dibubarkan, agar tidak lagi terjadi masalah-masalah seperti itu,” kata Yudi.

Hal itu berawal dari protes PCNU Garut yang melapor ke polisi tentang adanya soal yang sudutkan NU dan Banser tepatnya terkait pembakaran Bendera HTI.

screenshot soal yang diskriminatif

Tanggapan PBNU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menanggapi soal USBNU Garut yang menyudutkan NU dan Banser tersebut menaganggapnya yang buat soal sebagai simpatisan HTI.

“Soal itu dibuat agak aneh seperti yang buat adalah simpatisan-simatisan,” ujar Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi swaktu dihubungi media, Kamis (11/4/2019).

PBNU mempertanyakan, paket soal Bahasa Indonesia itu dibikin dengan menggunakan contoh lain. Masduki juga menyebut, kalau kasus pembakaran bendera tauhid yang diduga kuat sebagai bendera HTI sudah lama selesai, hal ini tidak elok diungkit kembali.

Baca juga: 1 Truk Bendera HTI yang Siap Dikibarkan, Sebagian Dibakar Banser

“Itu kan (soal) bahasa Indonesia, kenapa seakan akan tidak ada pertanyaan lain. Di situ dijelaskan membakar bendera tauhid sebenarnya itukan sudah lama, kasusnya sudah selesai kenapa itu diungkit,” kata Masduki.

Masduki juga menyampaikan bawha soal model seperti itu tidak mendidik siswa didik.

“Secara pendidikan soal macam itu juga tidak mendidik, sebab menanamkan unsur ketidaksukaan anak didik kepada ormas yang di sini adalah Banser NU,” kata Masduki. (*)

BAGAIMANA MENURUT KAMU?