Banyak Pertanyaan: Siapa Nadir Hosen Itu?

oleh -651 views
Banyak Pertanyaan: Siapa Nadir Hosen Itu?
Gambar: Nadirsyah Hosen

Seiring banyaknya pertanyaan ke imbok admin santrinow tentang sosok Nadir Hosen. Maka kami disini akan mengupas secara ringkas dan berbobot tentang sosok Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), PhD

Profesi Nadir

Dr Nadirsyah Hosen telah bekerja sebagai Dosen Senior di Fakultas Hukum, Universitas Monash sejak 20 Juli 2015. Sebelum peran ini, Nadir adalah Associate Professor di School of Law, University of Wollongong. Dia memiliki gelar sarjana (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), lulusan Diploma dalam Studi Islam, dan Master of Arts dengan Honours (University of New England), serta Magister Hukum dalam Hukum Komparatif (Charkes Darwin University). Dia menyelesaikan PhD (Hukum) pertamanya di University of Wollongong dan PhD kedua (Hukum Islam) di National University of Singapore.

Nadirsyah Hosen  dikenal karena keahliannya tentang Syariah dan hukum Indonesia. Ia adalah mantan profesor di Fakultas Hukum, Universitas Wollongong. Sejak Juli 2015 ia telah pindah untuk mengajar di Fakultas Hukum Universitas Monash, secara luas dianggap sebagai salah satu sekolah hukum terbaik di dunia.

Karir dalam Akademik

Ia adalah sarjana Australia pertama dan satu-satunya yang lahir di Indonesia yang ditunjuk sebagai akademisi penuh waktu di sekolah hukum Australia. Dia menyelesaikan PhD (Hukum) pertamanya di  University of Wollongong  dan PhD kedua (Hukum Islam) di National University of Singapore. Dia kemudian bekerja selama dua tahun sebagai Peneliti Pascadoktoral di TC. Sekolah Hukum Beirne,  Universitas Queensland . Artikel-artikelnya telah diterbitkan dalam jurnal-jurnal yang diakui dan direferensikan secara internasional seperti Jurnal Nordic Hukum Internasional (Universitas Lund), Tinjauan Hukum Asia Pasifik (Universitas Kota Hong Kong), Jurnal Hukum Asia Australia (Universitas Melbourne), Jurnal Eropa Reformasi Hukum (Universitas Indiana ), Jurnal Asia Hukum Komparatif (Universitas Nasional Singapura ), Jurnal Studi Islam (Universitas Oxford), dan Jurnal Studi Asia Tenggara (Universitas Cambridge).

Pada 2012, Oxford University Press menerbitkan Konstitutionalisme di Negara-Negara Islam: Antara Upheaval dan Kontinuitas, disunting oleh para ulama terkemuka R. Grote & T. Roder, di mana ia diundang untuk berkontribusi dalam bab tentang Indonesia: Sistem Presidensial dengan Cek dan Saldo. Dia juga berkontribusi bab tentang hukum konstitusional Indonesia di Albert Chen (ed),  Konstitusionalisme di Asia di Awal Abad Dua Puluh Satu  (Cambridge University Press, 2014).

Dr Nadirsyah Hosen PhD juga mantan Presiden Dewan Indonesia untuk periode 2011-2015. Dewan Indonesia adalah sub-divisi berbasis wilayah dari Asosiasi Studi Asia Australia (ASAA) di mana semua cendekiawan dan peneliti terkemuka di Indonesia adalah anggota Dewan Indonesia. Sejak 2005 ia telah melayani komunitas Muslim sebagai Rais Syuriah (Ketua Dewan Konsultatif)   cabang khusus Nahdlatul Ulama di  Australia  dan  Selandia Baru. Ia adalah penulis  Hak Asasi Manusia, Politik dan Korupsi di Indonesia: Refleksi Kritis pada Era Pasca Soeharto , (Penerbitan Republic of Letters, Dordrecht, Belanda, 2010); Syariah dan Reformasi Konstitusi di Indonesia  (Institute of South Asian Studies, Singapura, 2007); co-editor (dengan Joseph Liow) Islam di Asia Tenggara , 4 volume, (Routledge, London, 2010); dan co-editor (dengan Richard Mohr) Hukum dan Agama dalam Kehidupan Publik: Debat Kontemporer (Routledge, London, 2011). Buku terbarunya (ditulis bersama Ann Black dan Hossein Esmaeili) adalah  Perspektif Modern tentang Hukum Islam (Edward Elgar, Inggris, 2013 dan 2015).

Baca juga: 9 Santri Tersukses Sejak 30 Tahun Terakhir di dalam dan Luar Negeri dalam Berbagai Bidang