4 Santri Yatim Piatu Ini Lulus Seleksi Belajar di Hadrahmaut Yaman

oleh -
4 Santri Yatim Piatu Ini Lulus Seleksi untuk Belajar di Hadrahmaut Yaman
Detik-detik pelepasan santri-santri yang akan berangkat ke Hadrahmaut Yaman, Rabu (24/04/19)

Probolinggo – 4 santri yatim piatu Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Desa Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo lulus seleksi dapat belajar di Hadrahmaut Yaman. Sebenarnya bukan hanya mereka saja, masih ada 8 santri lainnya termasuk santriwati juga lulus seleksi, Rabu (24/04/2019).

Sudah menjadi agenda Pesantren Raudhatul Jannah ini setiap tahun memberangkatkan santri-santri pilihannya untuk menimba ilmu di kota wali tersebut. Untuk tahun 2019, Pesantren ini berhasil memberangkatkan sebanyak 12 santri.

Rata-rata santri-santri yang berangkat adalah penghafal Alquran atau Hafidh Quran dari 10 – 20, bahkan ada yang hafal hingga 30 Juz. Sementara biaya secara keseluruhan ditanggung Pondok Pesantren.

Harapannya, dengan mereka belajar ilmu Alquran dan agama selama 4 tahun di Yaman, nantinya ketika sudah kembali ke Indonesia dapat menular ke santri lainnya.

Salaha satu alumni lulusan Pesantren Hadrahmaut Mohamad Isa Anshori menceritakan, santri di sana diberi dua pilihan, yaitu antara memperdalam dan menghafal Al – Quran, atau mendalami Hadist.

Bilamana sudah memilih salah satu dua pilihan tersebut selama 4 tahun lamanya, dan ketika sudah dinyatkaan lulus bisa kembali lagi ke tanah air Indonesia.

Baca juga: Santri Madura Juara 1 Bahasa Mandarin Nasional

Para lulusan santri-santriwati Yaman diberi kebebasan oleh Ponpes Raudhatul jannah untuk dapat membagikan ilmunya ke santri lain di Ponpes tersebut atau pulang ke kampung halamannya.

“Hanya itu yang bisa kami lakukan untuk mendidik generasi muda atau santri – santriwati menjadi orang berguna di masyarakat, yang tetap di jalan Allah SWT, “ ujar Pengasuh Ponpes Raudhatul Jannah Umi Toha.

“ Kami bersyukur alhamdulillah, meskipun santri-santri yang berada di sini adalah mayoritas anak yatim, usai menimba ilmu di ponpes ini plus dari Yaman, rata-rata jadi orang yang berguna di masyarakat. Bukan hanya itu, 4 almuni asal Kalimantan, sekarang telah punya pondok pesantren sendiri,” pungkasnya. (*).

Pewarta : Syaikhun

Editor : Muweil