Pengertian Wisata Religi Menurut Para Ahli

oleh -
Pengertian Wisata Religi Menurut Para Ahli
Gambar: Menara Kudus. Masjid Menara Kudus merupakan masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1545 M

Pengertian Wisata Religi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

SantriNow | Wisata religi adalah sebuah perjalanan atau kunjungan yang dilakukan baik individu maupun kelompok ke tempat dan institusi yang dianggap penting dalam penyebaran dakwah dan pendidikan Islam (Shihab, 2007: 549). Islam meninggalkan berbagai peninggalan sejarah penting, seperti makam, masjid, bekas kerajaan, perhiasan, adat istiadat dan sebagai-nya yang dapat dijadikan sebagai potensi daya tarik salah satu kegiatan. Wisata tersebut adalah dalam bentuk wisata religi (ziarah) umat Islam.

Pengertian Wisata religi berdasarkan kata

Wisata berasal dari bahasa sansekerta VIS yang berarti tempat tinggal masuk dan duduk. Kemudian kata tersebut berkembang menjadi Vicata dalam bahasa Jawa Kawi kuno disebut dengan wisata yang berarti bepergian. Kata wisata kemudian memperoleh perkembangan pemaknaan sebagai perjalanan atau sebagian perjalanan yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata (Khodiyat & Ramaini, 1992: 123).

Pengeritan Wisata religi menurut kamus

Sedangkan wisata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bepergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan (Petroningsih, 2005: 640). Wisata sering disebut juga perjalanan. Wisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih dengan tujuan mendapatkan kenik-matan dan tujuan untuk mengetahui sesuatu, dapat juga yang berhubungan dengan kegiatan olah raga, kesehatan, keagamaan, dan keperluan wisata lainnya.

Pariwisata merupakan fenomena kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok manusia ke suatu tempat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, di mana perjalanan yang dilakukan tidak untuk mencari suatu pekerjaan atau nafkah, selain itu kegiatan tersebut didukung dengan berbagai macam fasilitas yang ada di daerah tujuan tersebut yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan (Ridwan, 2012: 1-2). Wisata sering kali dikaitkan dengan agama, sejarah, adat-istiadat, kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat.

Baca juga: Wisata Religi Empat Kabupaten di Madura

Defininis Wisata religi secara umum

Secara umum, wisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, kepuasan serta pengetahuan. Jadi, wisata religi adalah perjalanan yang dilakukan untuk meningkatkan amalan agama sehingga strategi dakwah yang diinginkan akan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Wisata religi sebagai bagian aktivitas dakwah harus mampu menawarkan wisata baik pada objek dan daya tarik wisata bernuansa agama maupun umum, mampu menggugah kesadaran masyarakat akan ke Maha Kuasaan Allah SWT dan kesadaran agama (Fathoni, 2007: 3).

Pendapat lain tentang pengertian wisata religi

Ada juga yang mendefinisikan wisata religi adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu demi mengunjungi tempat-tempat religius. Motif wisata religi  adalah untuk mengisi waktu luang, untuk bersenang-senang, bersantai, studi dan kegiatan Agama untuk beri’tibar keislaman.selain itu semua kegiatan tersebut dapat memberi keuntungan bagi pelakunya baik secara fisik maupun psikis baik sementara maupun dalam jangka waktu lama (Chaliq, 2011: 59).

Kesimpulan

Dari uraian di atas wisata dapat disimpulkan sebagai perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang bersifat sementara, untuk menikmati obyek dan atraksi di tempat tujuan. Wisata adalah sebuah perjalanan, namun tidak semua perjalanan dapat dikatakan sebagai wisata dengan kata lain melakukan wisata berarti melakukan perjalanan tapi melakukan perjalanan belum tentu wisata (Suyitno, 2006: 8). (*)

Penulis: Rasyid

Catatan sumber: walisonogo[dot]ac[dot]id

Tulisan di atas disarikan dari sebuah skripsi yang ada di bab dua yang ditulis oleh seseorang yang tidak ditulis namanya. Judulnya: WISATA RELIGI, MASYARAKAT ISLAM, PELESTARIAN
TRADISI MAULID, DAN PENGELOLAAN WISATA RELIGI