di , ,

Naskah Drama Santri Zaman Now “Santri Macho vs Preman Lebay”

Mbah dukun : hemm hemm arrg arrg( baca mantra mulut komat kamit )

Sam                 : bos itu bos yang namanya mbah Joko dia dukun sakti bos .

Mas Boy          : beneran sakti ?

Sam                 : beneran bos , kita pasti jadi kuat setelah di beri mantra olehnya dan kita bisa mengalahkan santri-santri itu .

Mas Boy          : Permisi mbah kami….!!

Mbah Joko       : kalian adalah para preman yang baru saja di kalahkan oleh santri-santri kan? hahahahaahahaha…. maksud kalian kemari untuk meminta ramuan supaya bisa mengalahkan para santri itu. Iya kan ?

Mas Boy          : benar mbah , saya mohon bantuannya.

Mbah               : tidak jadi masalah , bisa saya atasi . Pakai ini ( si mbah memakaikan kalung berisi cabe,bawang merah, bawang putih dll. Sebagai jimat supaya kuat kepada para preman)

Boy                  : apaan ini mbah ….?

Mbah               : sudah jangan banyak tanya pakai saja dan sekarang datangi santri itu di jamin kalian pasti menang.

Para Preman  : ya sudah terima kasih mbah.

Mbah               : ya.

( kemudian masuklah pak kyai dan memanggil pak mahmud, pak mahmud di panggil karena pak kyai tahu kalau beberapa santri ada yang terlibat perkelahiandengan preman dan akhirnya pak mahmud pun memanggil para santri-santri tersebut )

(Ketika Pak Kyai datang diiringi sholawat badar (Thola’al Badru …..))

Pak Kyai          : Assalamualaikum Wr.Wb…Penonton, saya di sini menjadi Kyai. Amin ya penonton.

Pak Mahmud   : Assalamualaikum Wr.Wb…Penonton saya jadi asisten pak Kyai.

Pak kyai           : pak mahmud ?                                                                      

Pak mahmud    : iya pak kyai .

Pak kyai           : Panggil santri yang bernama Umar dkk kesini!

Pak mahmud    : baik pak kyai

(muncullah 3 santri)

Pak kyai           : oohh benar kalian yang kemarin terlibat perkelahian dengan para preman?

Para santri        : bebe..benar pak kyai.

Pak kyai           : mengapa kalian lakukan itu ?

Umar               : kemarin kami di palak preman preman itu pak Kyai,  preman-preman itu berniat untuk menghajar kami terpaksa kami melawan untuk menjaga diri.

Pak kyai           : oohh jadi begitu ceritanya , seharusnya kalian lebih bisa untuk menahan emosi . Selesaikan secara baik-baik itu kan lebih enak.

Para santri        : iya pak kyai

(ketika pak kyai sedang memberi pengarahan datanglah para preman dengan jimat dari pemberian mbah dukun ke dalam pesantren,dan bertemu dengan para santri dan pak kyai)

Para Preman     : heii kamu , sekarang aku datang kemari untuk membalas dendam ku yang kemarin telah kalian permalukan .

Pak kyai           : ada apa ini…siapa kalian. Hmmmm bau apa ini ?

( pak kyai,para santri dan pak mahmud merasa terganggu dengan bau bawang,jimat yang di pakai preman)

Santri               : pak kyai , mereka preman yang kemarin berkelahi dengan kami

Preman            : benarr,,,,,, hahahahahaaaaaa. Kenapa kalian takut ya? Ini jimat kekuatan kami

Pak kyai           : astagfirullah…. zaman sudah modern seperti ini , kalian masih percaya dengan jimat seperti itu. Kami bukan takut tapi kami terganggu oleh bau bawang yang kalian pakai

Preman            : hahhaahahahahaiya yaa bau juga, jadi kalian tidak takut

Santri               : heyy kenapa kami harus takut, itu kan bumbu dapur, kita biasa pegang itu di dapur hahahahahaha

Preman            :ahh berarti kita sudah di tipu sama dukun gadungan itu,,, bagaimana ini…

Pak kyai           : apaa dukun ,,, astagfirullah kalian pergi ke dukun?  kalian tahu tidak, pergi ke dukun dan mempercayainya sama saja kalian itu musrik dan menyekutukan allah swt. kita sebagai manusia makhluk ciptaan allah swt. Hanya pantas meminta kepadanya serta meyakini dan beriman kepada allah swt. Bukan pada dukun atau lainnya. kalian semua beragama islam?

Preman            : iya pak kyai kami islam

Pak kyai           : kalau kalian mengaku beragama islam kewajiban kalian adalah belajar ilmu yang mempelajari hukum-hukum islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari

Preman            : maafkan kami pak kyai

Pak kyai           : jangan meminta maaf kepada saya. Mohon ampun lah kepada allah swt.

Preman            : (beristighfar dan meminta ampunan kepada Allah, diiringi dengan lagu Astaghfirullah) baiklah pak kyai ,kalau begitu bolehkah kami menuntut ilmu islam di pondok ini

Pak kyai           : ohh tentu boleh, asalkan kalian berniat untuk merubah diri kalian menjadi yang lebih baik lagi saya izinkan..

Boy                  : baiklah pak kyai, kami akan turuti semua peraturan yang ada disini

Pak kyai           : subhanallah… mungkin ini sebuah hidayah untuk kalian semua,

 Boy                 : ya mungkin begitu pak kyai. Walaupun kita preman tapi kadang-kadang kita masih bersedekah dengan para pengemis jalanan yang masih temen kami sama-sama tidak punya pekerjaan

Pak kyai           : maka dari itu, jika kalian ingin mendapatkan hidayah. Perbanyaklah sedekah, karena diluar sana masih banyak orang yang mengharapkan hidayah atau petunjuk dari allah. Tapi aliran soal sedekah mereka masih ragu dan sungkan, bahkan soal zakat yang sudah menjadi kewajiban pun mereka abaikan. Nauzubilahimindzalik, semoga kita tidak tergolong orang-orang seperti itu ya..

Semua pemain: iya pak kyai..

(Akhirnya, para preman insaf dan belajar ilmu agama di pondok pesantren itu hingga menjadi santri yang sholih dan berilmu)

Selesailah drama yang kami suguhkan , semoga menghibur dan juga kita semua bisa mengambil hikmahnya.

Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah atau kurang berkenan dihati. Wassalamualaikum. (*)

Pengarang: Zakir Faruq

Sumber: Academia

BAGAIMANA MENURUT KAMU?