Ingat Pesan Kiai, Jangan Berantem Karena Pemilu

oleh -
Ingat Pesan Kiai, Jangan Berantem Karena Pemilu

SantriNow | Mari ingat pesan kiai. Santri memilih sam’an wa thaatan lil ulama atau kiai (manut dan patuh kepada kiai). Karena bagaimapun santri merupakan pewaris ulama. Dan ulama adalah pewaris para nabi. Karenanya santri harus hormat dan patuh pada petuah kiai.

Sekarang musim pilpres. Pilpres 2019 sudah di depan mata atau tepatnya jatuh pada tanggal 17 April mendatang. Santri dipesan oleh kiai agar tidak bertengkar hanya gegara beda pilihan atau beda dukungan kepada capres-cawapres yang ada. Santri harus bersatu mendamaikan suasana menjelang hari-hari pemilu ini.

Ingat, jadi santri jangan suka terprovokasi oleh berita yang cenderung merugikan semua pihak termasuk santri. Karena bagaimana pun Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia yang wajib dijaga bersama-sama.

Tidak bisa negeri sebesar Indonesia hanya dipasrahkan kepada pemerintah supaya dapat aman dan damai, melainkan kewajiban kita juga sebagai rakyat untuk saling mengingatkan satu sama lain agar negeri ini tetap dalam kondisi setabil.

Kiai kita sudah mengingatkan dalam sebuah ceramahnya:

“Ke depan mereka menjadi kader-kader bangsa yang kita harapkan mengawal bangsa, mengawal rakyat, kemudian mengawal agama, memulai agama ini tidak memberi tafsir yang kemudian membangkitkan permusuhan, paham yang intoleran. “

Pesan ini disampaikan oleh beliau saat bersilaturrahmi ke salah satu pesantren di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat, yang ditemani para santri yang hadir agar tidak berperang partai, lakum partaiukum, walana partaiuna, partai kami partai kita, partai kita partai kita, tidak mengalami persaingan. Jika pilihan capres, lakum capresukum walana capresuna, jika calon presiden ente calon presiden ente, calon presiden kita, calon presiden kita, “presiden tuturnya.

Menurut dia, tidak tepat menentang ada yang mengumpamakan pilpres seperti perang badar, yaitu perang antara kaum Islam dan kafir, sementara pilpres untuk mencari pemimpin yang terbaik.

Ia kemudian berseloroh karena tidak berminat memilih dirinya, masyarakat dapat memilih capres pasangannya.

Baca juga: Pilpres 2019, Santri Memilih Kiai atau Sandi Kiai?

Meskipun yang beliau sampaikan merupakan kampanye tapi memang itu yang harus kita lakukan sekarang sebagai santri. Santri jangan sampai berselisih dengan santri yang lain atau dengan golongan di luar santri hanya gegara beda rasa beda pilihan politik. Mari satukan tekad untuk tetap saling menjaga.

Sudah saatnya santri menyebarkan sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk semua golongan. Urusan siapa yang anda dukung itu urusan sendiri-sendiri tak perlu diperdebatkan panjang lebar. Yang terpenting sekarang santri berusaha semaksimal mungkin untuk saling menghormati dan jangan saling menghujat.

Mari sebarkanlah hal-hal yang positif yang dapat membangkitkan semangat berbakti kita kepada negeri warisan para pejuang ini. Karena bila sampai negeri ini hancur gegara ulah kita, maka dosanya besar, sebab kita telah menyia-nyiakan apa yang mereka wariskan. Dan otomatis kita adalah penghianat para pendahulu yaitu para pejuang. Sekian terimakasih banyak. Salam damai untuk semua. (*)

Penulis: Anton Simanjuntak

Editor: Muweil