Biadab, Wahhabi Indonesia Bubarkan Rutinan Maulid Nabi dan Tarian Sufi

oleh -279 views
Biadab, Wahhabi Indonesia Bubarkan Maulid Nabi dan Tarian Sufi

BINTARO, SantriNow | Kelompok Wahhabi Indonesia lagi-lagi berbuat ulah. Mereka dengan paksa membubarkan acara Maulid Nabi dan Tarian Sufi di Masjid Ashhaf-Emerald, Bintaro, Rabu (6/02/19).

Sebelumnya, kelompok yang tidak senang dengan acara rutinan ala NU ini memang sudah sering berbuat ulah ketika ada acara yasinan, tahlilan dan sejenisnya di Masjid tersebut.  

Baca juga: Inilah Dalil Tahlilan 3,7,25,40,100, & 1000 Hari Yang Wajib Anda Tahu

Dan tadi malam (Red: Rabu malam), mereka lag-lagi berbuat ulah, Lampu dan Mic dimatikan. Tak hanya itu, AC masjid juga tahu-tahu mati. Namun tak lama kemudian diketahui pelakunya adalah marbot masjid tersebut, Sandi namanya.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, datang sekelompok yang ditengarahi beraliran Wahhabi menggerebek acara dan meminta para jama’ah untuk bubar.

Baca juga: Paham Wahabi dan Jenggotisasi di Indonesia

Karenya, menanggapi kejadian tersebut, KH Kholid Ar-Rifa’i sebagai Ketua Umum Forum Kiai Muda NU (FKM-NU) Banten yang hadir dalam acara tersebut sebagai muballigh geram, akibatnya terjadilah cekcok.

“Yang menteror acara kami namanya Sandi Marbot Masjid ini. Lampu dimatikan, AC juga. Pengeras suara saat saya berceramah juga dimatikan” ungkap Kiai Kholid.

Ia juga menceritakan, kalau Kelompok Wahhabi yang datang secara tiba-tiba itu ngancam kalau acara rutinan itu kembali digelar. Bahkan salah seorang Wahhabi tepatnya yang berambut gondrong atas nama Andi Azril sampai nyebut-nyebut suku.

“Saya asli Makassar, mata saya merah kalau ngobrol dengan kalian” ucap salah satu Wahhabi yang berambut gondrong.

Ujung dari kemudian tersebut, akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan acara dialog lanjutan dan akan menghadirkan camat dan lurah setempat. Adapun dari pihak Polsek Bintaro tidak berkenan dilibatkan. Menurut pihak polsek, kasus tersebut bukan kasus hukum, melainkan murni masalah aqidah.

Baca juga: Ketua Wahabi di Indonesia?

“Kami sudah menghubungi Polsek Bintaro agar menengahi masalah ini, tapi pihak polsek menjawab kasus ini kasus aqidah/keyaqinan bukan domain polsek”, kata Kiai Kholid.

“Kami meminta agar mereka memberi izin tertulis untuk melanjutian Pengajian Rutin Mingguan ini secara aman dan nyaman”, tutupnya. (Now)