Wahai Orang Beriman, Jagalah Hatimu

oleh -
Wahai orang beriman jagalah hatimu

SantriNow | Jagalah hatimu. Jangan ngaku orang beriman bila hatimu penuh dengan sifat tercela. Tidak pantas orang beriman memiliki sifat iri, hasad, dan takabur karena itu semua adalah sifat tercela.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد الله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هدي له. اشهد ان لااله الا الله وحده لاشريك له واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه والتابعين وتابع التابعين ومن تبعهم باءحسان الى يوم الدين.

Hati jernih adalah tolak ukur dari keimanan seorang muslim. Artinya semakin jernih hati seorang muslim maka pada saat yang sama orang tersebut keimanananya bertambah kokoh. Karenanya penting bagi kita semua untuk sebisa mungkin menjaga hati, jangan sampai dikotori.

Bila hati kita bersih pikiranpun akan jernih. Kalau pikiran kita jernih semangat hidup akan gigih. Orang yang gigih semangat hidupnya maka prestasi mudah diraih. Dan sebaliknya. Bila hati kita keruh batin terasa gemuruh dengan Allah semakin jauh.

Jamaah Sholat Jumat yang dirahmati Allah

Anas bin Malik, salah seorang sahabat Rasulullah pernah mengisahkan, katanya, “kami waktu itu duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tahu-tahu beliau bersabda, “Sebentar lagi, akan datang ke hadapan kalian, seorang penghuni surga”.

“Tak lama dari sabdahNya, tampak salah seorang Sahabat Ansor datang, kala itu jenggotnya masih basah bekas air wudlu, juga tangan kirinya terlihat menenteng sandal.”

Besoknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali mengatakan hal yang sama hingga tiga kali berturut-turut.

Pada hari ketiga ini, seusai Rasulullah berdiri, para jamaah pun pada pulang, namun salah seorang sahabat, namanya Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash membuntuti sahabat yang kata Rasulullah adalah ahli surga, dan berkata, “Aku punya masalah dengan ayahku. Karanya aku bersumpah untuk tidak masuk ke Rumah selama tiga hari. Bolehkah saya menginap di rumahmu sampai tiga hari?

“Oh, silahkan”. Jawab sahabat yang dapat SK masuk surga itu.

Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash kemudian menginap di rumah lelaki tersebut selama tiga malam. Ia sama sekali tidak melihat sang tuan rumah mengerjakan salat malam. Hanya saja, jika ia sedang menunggu di malam hari dan berbolak-balik di tempat tidur, maka ia hanya melihat berdzikir kepada Allah dan bertakbir sampai ia bangun untuk menjalankan ibadah salat subuh.

Baca juga: Khotbah Jumat Ala Kyai Milenial: Jagalah Keluargamu

Maasyiral Jumat Rahimakumullah

Dalam kisah yang disampaikan Abdullah, ia mengutip, “Tidak ada yang istimewa dari lelaki tadi. Hanya saja, aku tidak pernah mendengarnya mengatakan apa pun kecuali dengan ucapan yang baik ”

Dan saat melewati tiga hari, kenang Abdullah, hampir saja aku meremehkan kegiatan yang dilakukan seorang sahabat Ansor itu. Maka akupun terus terang berkata:

Wahai hamba Allah (fulan), sesungguhnya antara aku dan ayahku, tidak ada masalah. Tapi aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabdah hingga tiga kali, “Akan muncul di hadapan kalian seorang penduduk surga”, lantas engkaulah yang tiba-tiba datang. Hal itulah yang membuat saya penasaran sampai mau nginap disini. Namun saya amati, amal ibdahmu biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa.

Sebenarnya apa yang bikin kamu memiliki derajat mulia hingga disabdahkan Nabi sebagai ahli surga?”

Sahabat tersebut menjawab “Tidak ada yang istimewa, kecuali amalaku sebagaimana yang sudah enkau lihat”.

Dalam hadis tersebut, Anas bin Malik melanjutkan ceritanya, Abdullah lalu mengatakan, “saat aku beranjak pergi, ia pun berkata,”Amalku yang dimaksud adalah, aku tidak pernah menemukan sifat dengki (jengkel) dalam hati atas satu orang muslim pun atau sifat hasad kepada seorang pun atas kebaikan yang diberikan Allah kepadanya”.

Mendapat jawaban begitu, Abdullah menimpali, “nah inilah yang kami tidak mampu”. (HR Ahmad: 12236).

Dalam Al Qur’an, Allah berfirman:

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89) [الشعراء / 89

Kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (QS Asy Syu’ara ‘: 89)

Oleh Ibnu Sirin, qalbul salim dalam ayat ini berarti orang yang tidak memiliki rasa iri dengan orang lain.

Kesimpulan: hati jernih lah yang dapat mengantarkan seorang muslim ke surga. Demikianlah, karenanya mari berlomba-lombalah dalam kebaikan. Jauhi sifat iri hati, denadam dengki dan saudara-saudaranya. Semoga Allah menguatkan hati kita sehingga terjaga dari sifat tercela. Amin amin ya rabbal alamin. (*)

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم. والعصر ان الأنسان الفي خسر الا الذين امنو وعملواالصالحات وتواصو باالحق وتواصو بالصبر.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ